hut

Pasraman, Tingkatkan Kualitas SDM Berbasis Kearifan Lokal Bali

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

GIANYAR – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menegaskan, kehadiran pasraman atau sarana pendidikan agama Hindu di Bali diharapkan bisa berkontribusi besar dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia berbasis kearifan lokal budaya Bali.

Begitu juga dengan Pasraman Yogadhiparamaguhya yang didirikan oleh almarhum Ida Pedanda Made Gunung, kiprahnya dalam mendidik masyarakat Bali sangat dinantikan.

Dirinya meyakini jika tujuan pembangunan pasraman ini sudah sesuai dengan visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, membangun Bali serta masyarakat seutuhnya.

“Ini tertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yaitu Jana Kerthi ingin membangun kualitas masyarakat Bali dan sesuai juga dengan tujuan pembangunan nasional yang juga membangun kualitas SDM Indonesia demi menyongsong era 4.0,” ujar Wagub yang akrab disapa Cok Ace di sela-sela acara pengukuhan pengurus baru Yayasan Yogadhiparamaguhya Bali Periode 2019-2024 di Griya Gede Kemenuh Purnawati, Blahbatuh, Gianyar, Minggu (13/10/2019).

Cok Ace menambahkan, mengenai pendirian pasraman yang sudah belasan tahun ini, ia sangat mengapresiasi langkah almarhum Ida Pedanda Made Gunung yang sudah fokus mendidik masyarakat Bali dengan nilai-nilai kearifan lokal.

“Sebelum visi Bali dan nasional untuk membangun kualitas hidup masyarakat, beliau sudah memulai terlebih dahulu. Tanpa lelah beliau memberikan pendidikan terutama di bidang agama agar pemahaman masyarakat meningkat, semangat seperti ini harus diteruskan,” imbuhnya.

Wagub Cok Ace menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih atas sumbangsih pasraman Yogadhiparamaguhya untuk pembangunan karakter warga Bali.

Dirinya juga berpesan agar hubungan antara siswa dan guru tetap harmonis.

“Saya harap semangat seperti ini bisa terus dipertahankan, bahkan semakin banyak pasraman di Bali yang bertujuan memberikan pendidikan kepada masyarakat,” tandasnya.

Ketua Yayasan, Ida Bagus Purwita Suamem, menjelaskan, pasraman ini telah berdiri pada 1 Januari 2004 oleh almarhum Ida Pedanda Made Gunung yang juga merupakan ayahnya. Tujuannya adalah untuk mendidik agama Hindu bagi anak-anak sekitar griya. Namun, dalam perkembangannya, semakin banyak anak yang datang terutama di hari Minggu untuk belajar.

“Terutama anak-anak SD dan SMP yang letaknya tidak jauh dari griya ini,” jelasnya.

Mengingat siswa yang semakin banyak, maka dari pihak pengelola memutuskan agar pasraman ini dijadikan yayasan serta mempunyai AD-ART.

“Saya harap dengan dikukuhkannya yayasan ini, pengelolaan pasraman bisa semakin profesional dan semakin baik melayani masyarakat,” imbuhnya.

Dirinya menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat serta pemerintah dalam usaha yayasan mengajarkan Agama Hindu dan nilai kearifan lokal Bali.

“Saya berharap dengan support yang datang dari segala arah, maka motivasi masyarakat untuk belajar semakin meningkat,” katanya.

Lihat juga...