hut

Pemanfaatan Bahan Pangan Alternatif Penuhi Kebutuhan Kala Kemarau

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah potensi bahan pangan tradisional masih dipertahankan petani di Lampung Selatan (Lamsel).

Sumardiono, petani di Desa Gandri, Kecamatan Penengahan menyebut bahan pangan menjadi stok saat musim kemarau. Sebab sejumlah tanaman tersebut merupakan tanaman menahun yang bisa digunakan untuk alternatif bahan makanan.

Sejumlah tanaman yang masih dipertahankan diantaranya jenis umbi uwi (Dioscorea alata). Jenis umbi lain yang masih ditanam meliputi gadung, gembili, suweg. Jenis tanaman tradisional yang merambat pada tanaman lain itu memiliki sifat toleran pada kondisi cuaca kemarau.

Kala kemarau jenis tanaman uwi bahkan bisa dipanen karena tanaman mulai kering memudahkan proses pemanenan.

Umbi uwi yang merambat pada pohon mindi tersebut dipanen dengan cara menggali memakai cangkul. Sementara tanaman jenis gembili yang merambat bisa dipanen bersamaan. Tanaman berbentuk umbi disebutnya mampu bertahan selama satu tahun.

Saat tidak akan digunakan umbi uwi bahkan bisa kembali bertunas tanpa ditimbun tanah. Saat kemarau uwi dijadikan bahan pangan alternatif pengganti nasi.

“Uwi menjadi tanaman untuk menghemat penggunaan beras yang saat kemarau sulit diperoleh karena sejumlah lahan sawah kering, sebagai varian bahan pangan petani kerap mengolah uwi untuk bahan makanan,” ungkap Sumardiono saat ditemui Cendana News tengah memanen tanaman uwi miliknya, Sabtu (12/10/2019).

Uwi yang sudah dipanen diolah dengan cara direbus, digoreng atau dijadikan tepung bahan bubur. Memiliki kandungan karbohidrat yang melimpah membuat ia bisa menggunakan uwi sebagai bahan makanan.

Uwi diolah dengan cara direbus sebagai pengganti nasi, Sabtu (12/10/2019) – Foto: Henk Widi

Pengolahan uwi diakuinya cocok dilakukan saat pagi hari sebagai menu sarapan dan sore hari untuk menu makan malam. Uwi menjadi makanan yang mengenyangkan dan memiliki kandungan gizi yang baik bahkan rendah kadar gula.

Oleh sang istri uwi juga kerap diolah menjadi bubur serta dijadikan keripik. Sumardiono mengaku kreativitas membuat petani tidak akan mengalami kekurangan bahan makanan saat kemarau. Melalui pengenalan sejumlah tanaman sebagai bahan pangan ia memastikan saat kemarau petani tidak akan ada  yang kekurangan makanan.

Pemanfaatan bahan makanan alternatif selain beras  juga ditanam oleh Handoko, warga Desa Pasuruan. Ia menyebut menanam singkong atau ubi kayu, ubi jalar dan kacang tanah. Bahan makanan tersebut disebutnya masih bisa bertahan saat kemarau. Proses perawatan tanaman yang mudah membuat ia bisa memanen kacang tanah, ubi jalar dan singkong saat dibutuhkan.

Handoko, petani di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan memanfaatkan lahan untuk menanam singkong sebagai bahan pangan selama kemarau, Sabtu (12/10/2019) – Foto: Henk Widi

“Menanam singkong bisa bermanfaat untuk bahan makanan dari umbinya, daun bisa dijadikan sayuran dan pakan ternak saat kemarau,” tuturnya.

Singkong yang dipanen menurut Handoko bisa diawetkan dengan proses penjemuran.

Penjemuran singkong dengan dibuat menjadi gaplek menjadi bahan dasar pembuatan nasi tiwul. Nasi tiwul menurutnya merupakan pengganti nasi beras dengan nilai gizi yang baik untuk kesehatan. Sebagai cara menghemat, ia bahkan mencampur beras padi dan butiran tiwul untuk dimasak menjadi nasi.

Pemanfaatan bahan makanan tradisional disebutnya masih kurang diedukasi secara luas. Handoko bahkan menyebut sebagian cara pembuatan makanan olahan berbahan tanaman tersebut mulai jarang dikenal.

Bahan makanan yang ada mulai tergerus dengan bahan makanan lain jenis mi instan dan roti. Sebagai petani yang masih memanfaatkan kearifan lokal, bahan makanan tradisional menjadi cara baginya untuk menghemat pengeluaran.

Bahan makanan tersebut sebagian bahkan bisa dijual menambah penghasilan. Beras tiwul yang siap dimasak dijual per kilogram seharga Rp15.000. Pembeli diantaranya para pelaku diet khusus mengurangi kadar gula darah.

Nasi tiwul bahkan mulai dijual dengan varian rasa berbeda dalam bentuk nasi goreng dan sejumlah kue tradisional kekinian yang disukai.

Selain tiwul berbahan singkong, Handoko mengaku menanam kacang tanah. Kacang tanah menjadi alternatif baginya saat kemarau sebagai kacang rebus dan dibuat rempeyek.

Memiliki kandungan gizi yang baik kacang tanah juga bisa dijadikan bahan sayur asam saat masih muda. Sejumlah tanaman sebagai stok bahan pangan saat kemarau diakuinya menjadi cara mengurangi ketergantungan pada beras.

Sebab program one day no rice atau sehari tanpa nasi beras pernah dicanangkan di Lamsel dengan pangan alternatif lain. Namun program tersebut mulai jarang digaungkan. Sebagai salah satu program untuk mengurangi konsumsi beras, swasembada penanaman bahan pangan alternatif masih belum gencar dilakukan.

Sejumlah petani seperti dirinya bahkan menanam ubi jalar, singkong, kacang tanah sebagai stok saat kemarau.

Lihat juga...