hut

Pemerintah Pusat Diharapkan Perhatikan Kebutuhan Air Daerah Penyangga IKN

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Pemerintah pusat diminta mempersiapkan kota-kota penyangga sebagai pendukung pembangunan ibu kota negara. Penyiapan itu dinilai penting, supaya proses pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) berjalan lancar.

Permintaan itu disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, Selasa (8/10/2019).

“Kami berharap daerah penyangga ibu kota mendapat porsi pembangunan lebih dulu, karena nantinya menjadi basis dalam aktivitas menyiapkan ibu kota negara,” kata Rizal Effendi.

Tanpa pembangunan dan persiapan yang matang, Balikpapan, kata Rizal Effendi lagi, bisa babak belur kewalahan. “Jangan sampai keasyikan bangun ibu kota, tapi lupa dengan kota penyangga,” imbuh mantan anggota MPR RI ini.

Meski senang dengan keputusan pemindahan ibu kota, Rizal mengaku was-was karena belum diajak berembug soal itu. Was-was dalam arti tidak bisa secara optimal menyiapkan dukungan.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah kebutuhan air baku. Balikpapan yang dihuni sekitar 700 ribu jiwa masih kekurangan dalam menyediakan air bersih. Apalagi jika menampung para pendatang yang akan mempersiapkan ibu kota. Tentu harus memikirkan peningkatan kebutuhan air bersih.

Saat ini, PDAM Balikpapan baru bisa memproduksi sekitar 1.400 liter per detik mengandalkan pasokan air baku dari Waduk Manggar. Padahal agar optimal bisa mengaliri 24 jam dan seluruh kebutuhan warga, PDAM Balikpapan harus memproduksi 1.700 liter per detik. Artinya sumber air baku masih defisit 300 liter per detik.

Keberadaan Waduk Teritip dan Embung Aji Raden sudah berjalan, namun belum optimal memenuhi kebutuhan air. Dia berharap pemerintah pusat bisa membantu dengan pembangunan waduk lagi.

“Perlu bantuan misalnya pembangunan waduk di Samboja. Opsi lain pembangunan SPAM Mahakam atau Sungai Telakai PPU,” bebernya.

Rizal mengungkapkan, penambahan sumber air baku di Kota Minyak paling potensial berasal dari Sungai Telake di Semoi Sepaku. Kapasitasnya sekitar 2.000 liter per detik. Lalu Sungai Merdeka Samboja juga menjadi opsi tambahan.

“Bisa menggunakan SPAM Mahakam yang debit airnya memang menjadi sumber air baku terbesar,” ungkapnya.

Pemkot Balikpapan akan mendorong Pemprov Kaltim untuk terlibat dalam mencari solusi defisit sumber air baku di Balikpapan. Dia berharap pembangunan air baku dipercepat sebelum ramai aktivitas pembangunan ibu kota.

Lihat juga...