hut

Pemkab Pessel Salurkan Uang Santunan Korban Kerusuhan di Wamena

Editor: Koko Triarko

PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, menyerahkan uang santunan senilai total Rp135 juta kepada ahli waris dari sembilan orang korban meninggal akibat kerusuhan di Wamena.

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Kasubdit Pencegahan Direktorat Perlindungan Sosial Kemensos, Helmi Dt Rangkayo Mulia, dihadiri Bupati Hendrajoni, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan sejumlah kepala dinas lainnya.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, mengatakan, uang senilai Rp135 juta itu, bukanlah untuk satu ahli waris, melainkan untuk 9 ahli waris yang turut menjadi korban dari kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua. Dari jumlah itu, masing-masing korban yang meninggal mendapat santunan dari Kemensos sebesar Rp15 juta.

“Dengan adanya uang santunan ini, tentunya kami dari Pemkab Pesisir Selatan sangat berterima kasih kepada Kemensos, yang telah membantu warga Pesisir Selatan yang menjadi korban kerusuhan di Wamena. Semoga ada manfaatnya bagi keluarga yang ditinggalkan,” katanya, di Kecamatan Lengayang, Selasa (22/10/2019).

Menurutnya, dengan adanya uang santunan itu, sedikit banyak telah membantu meringankan beban keluarga korban. Apalagi, cukup banyak yang menjadi korban itu ialah tulang punggung keluarga, dan anak yang disayangi oleh kedua orang tua mereka yang di kampung halaman.

Selain itu, berkaitan dengan data yang diperlukan untuk menyaluran bantuan modal usaha dan penggantian kerusakan bangunan, akan segera dipenuhi. Bahkan, Bupati Hendrajoni bersama Dinas Sosial setempat bakal terus berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi serta Kemensos RI.

“Pemkab melalui dinas terkait akan tetap berkoordinasi. Terkait data-data korban, kami telah menyiapkannya dan tinggal mengirimkannya ke pusat,” tuturnya.

Pemkab Pesisir Selatan tidak hanya bergerak untuk memberikan santunan, tapi persoalan lainnya seperti untuk layanan kependudukan dan pendidikan untuk anak-anak bersekolah juga telah ditangani dengan baik. Buktinya, pekan lalu anak rantau asal Wamena telah bersekolah, sesuai dengan domisili masing-masing kampung halamannya.

Sedangkan untuk data kependudukan, pihaknya telah turun langsung ke rumah perantau tersebar di berbagai kecamatan di Pesisir Selatan. Perlunya pendataan kependudukan ini, agar dalam pemberian bantuan, bisa dilakukan secara tepat sasaran.

Sementara itu, Kasubdit Pencegahan Direktorat Perlindungan Sosial Kemensos, Helmi Dt Rangkayo Mulia, usai memberikan bantuan, menyebutkan, selain bantuan untuk korban meninggal, pihaknya juga akan memberikan bantuan kepada perantau Minang yang juga menjadi korban rusuh Wamena beberapa waktu lalu.

“Bagi korban yang selamat dan saat ini telah kembali ke kampung halamannya masing-masing. Kemensos juga bakal memberikan bantuan berupa modal usaha,” sebutnya.

Dikatakannya, bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk modal usaha sebesar Rp5 juta per keluarga. Target dari bantuan itu, mendorong keluarga yang menjadi korban akibat kerusuhan tersebut, mampu bangkit dari sisi ekonomi keluarga.

Kemensos juga akan mengganti bangunan milik perantau yang hangus terbakar dan rusak akibat kerusuhan di Wamena. Tetapi, penggantian diberikan hanya bagi bangunan mereka yang termasuk dalam pendataan Rekonstruksi Bangunan Rusak (RBR).

“Untuk penggantian pembangunan rumah ruko dan bangunan lainnya, korban harus terdata RBR yang dilakukan pihak PUPR. Jika tidak, kami tidak akan bisa memberikan ganti ruginya,” ujarnya.

Lihat juga...