hut

Pemprov Bali Siap Kremasi 18 Jenazah Terlantar

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra  - Foto Ant

DENPASAR – Pemprov Bali menyiapkan pembiayaan upacara kremasi, untuk 18 mayat terlantar. Jenazah tersebut saat ini masih dititipkan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar.

“Memang sudah menjadi kewajiban kami untuk menyelesaikan kremasi bagi mayat-mayat terlantar ini, rencananya Oktober ini akan dikremasi di Krematorium Mumbul, Nusa Dua, Kabupaten Badung,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra, di Denpasar, Minggu (6/10/2019).

Jenazah terlantar tersebut, adalah yang terlantar dan terhimpun sejak Januari 2019. “Yang jelas, tidak ada mayat terlantar yang ditemukan pada 2018 atau tahun-tahun sebelumnya, karena setiap tahun, khususnya menjelang akhir tahun, kami selalu fasilitasi upacara kremasi bagi mayat-mayat terlantar tersebut,” jelasnya.

Menurut Dewa Mahendra, mayat terlantar yang masih dititipkan di RSUP Sanglah itu ada yang korban kecelakaan, korban pembunuhan, maupun sempat mendapat perawatan di rumah sakit, namun kemudian tidak ada pihak yang bertanggung jawab. “Ada yang ditemukan tanpa identitas sama sekali, ada yang memiliki identitas, namun memang diterlantarkan pihak keluarga. Usianya pun bervariasi. Tidak saja mayat orang dewasa, tetapi ada juga mayat balita,” ujar mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali tersebut.

Mirisnya lagi, tidak sedikit kondisi mayat terlantar itu yang sudah tidak utuh atau hanya tinggal potongan bagian-bagian tubuh manusia. Mayat-mayat yang berstatus terlantar tersebut, telah dinyatakan berdasarkan surat keterangan dari pihak kepolisian.

Terkait dengan rencana kremasi yang akan dilakukan, Dinas Sosial Provinsi Bali sudah sempat berkoordinasi dengan pihak RSUP Sanglah. “Upacara kremasi yang disiapkan nanti akan dilaksanakan menurut Hindu, karena ketentuannya dimana mayat ditemukan, maka akan mengikuti upacara mayoritas agama di daerah tersebut. Apalagi menurut kepercayaan Hindu jika mayat dibiarkan lama-lama tanpa diupacarai akan menyebabkan cuntaka atau kekotoran secara rohani bagi lingkungan,” kata mantan Penjabat Bupati Bangli itu. (Ant)

Lihat juga...