hut

Penanganan Pencemaran Sungai Cilamaya-Cileungsi Dimulai 2020

Editor: Koko Triarko

BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat akan menyusun nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pihak, yakni Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Kodam, Polda, Kejati, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terkait penanganan pencemaran Sungai Cilamaya dan Cileungsi.

“Pembuatan MoU ini untuk memperkuat komitmen Pemprov Jabar dengan sejumlah pihak, dalam menyelesaikan pencemaran sungai Cilamaya dan Cileungsi,” kata Pj. Sekretaris Daerah Jabar, Daud Achmad, usai menghadiri Rapat Percepatan Penanganan Pencemaran Sungai di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (22/10/19).

Pembentukan Satgas dan realisasi rencana aksinya akan dimulai pada awal 2020. Melalui kesepakatan yang dihasilkan nanti, lanjut Daud, akan dibuatkan secara legal, formal, melalui nota kesepahaman dengan pemerintah kabupaten/kota, Kodam, Polda, Kejati, dan lainnya.

Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Daud Achmad, saat menghadiri Rapat Percepatan Penanganan Pencemaran Sungai di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (22/10/19). –Foto: M Amin

Selanjutnya akan disepakati fokus menangani kedua DAS sungai tersebut. Menurut Daud, salah satu tindak lanjut dari MoU yang akan disusun adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) penanganan pencemaran sungai Cilamaya dan Cileungsi.

Output dari Satgas adalah penyusunan rencana aksi (roadmap) yang menggabungkan hasil riset lapangan beberapa pihak.

Jika roadmap telah disusun, kata Daud, Satgas akan menentukan target jangka pendek, menengah, dan panjang dalam penanganan pencemaran DAS Cilamaya dan Cileungsi.

“Nanti setelah ada nota kesepahaman itu, kita akan membuat sebuah satgas dengan tugas-tugas tertentu, salah satunya membuat roadmap atau rencana aksi,” ucapnya.

Dia menambahkan, bahwa hasil rapat tadi, ternyata ada kabupaten/kota, kementerian dan pihak lain yang sudah melakukan aksi-aksi di lapangan. Untuk itu, aksi-aksi yang sudah dilakukan di beberapa wilayah akan disatukan supaya tidak tumpang tindih.

“Jika ada yang bolong-bolong (belum lengkap), kita isi oleh satgas ini,” kata Daud.

Dalam kesempatan itu, Duad juga membahas penegakan hukum, bahwa Polda Jabar telah melaporkan sedikitnya ada tujuh kasus pencemaran lingkungan yang sedang diproses hukum.

Enam dari kasus pencemaran yang tengah ditangani Polda Jabar, di antaranya terjadi di DAS Cileungsi dan satu di DAS Cilamaya.

Pengusutan pihak Polda Jabar terus dilakukan dan dilengkapi, untuk kemudian diserahkan ke pihak kejaksaan bagi yang menyangkut pidana. Sedangkan, kasus yang menyangkut administrasi akan dikembalikan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com