hut

Pengunjung Cagar Budaya Makam Raden Intan II, Capai Ribuan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pengunjung cagar budaya Makam Raden Intan II di Desa Gedung Harta, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) capai ribuan orang.

Dahri Khaidir, Koordinator Juru Pelihara makam pahlawan nasional Raden Intan II menyebut kunjungan direkap setiap akhir bulan. Sebelumnya pada bulan September ia menyebut jumlah pengunjung mencapai 3.832 orang.

Pengunjung tersebut diakuinya meliputi kategori pelajar, mahasiswa, umum, dinas dan asing. Pengunjung umum dalam kurun waktu satu bulan disebutnya mencapai 3.621 orang, dinas sebanyak 30 orang, mahasiswa 29 orang, pelajar SLTP sebanyak 23 orang dan pelajar SLTA sebanyak 129 orang.

Cagar budaya Makam Raden Intan disebutnya berada di bawah Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Memasuki bulan Oktober yang kerap diperingati sebagai haul pahlawan nasional Raden Intan II, ia memprediksi kunjungan tembus 6.000 orang. Pasalnya memasuki pekan kedua Oktober, sesuai catatan pengunjung mencapai ratusan orang per pekan.

Pada Minggu (13/10/2019) sekitar 3.000 lebih masyarakat dari pengurus Nahdatul Ulama (NU) menggelar sejuta zikir di pelataran cagar budaya makam Raden Intan II tersebut.

Dahri Khaidir, Koordinator Juru Pelihara cagar budaya Makam Raden Intan II dan Benteng Cempaka saat ditemui Cendana News, Minggu (13/10/2019) – Foto: Henk Widi

“Acara sejuta zikir diselenggarakan di Makam Raden Intan II untuk rangkaian doa menjaga persatuan dan kesatuan, sekaligus merayakan Haul Raden Intan II yang tahun ini diperingati ke-163 bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Lampung Selatan,” ungkap Dahri Khaidir, saat ditemui Cendana News di kantor Balai Cagar Budaya Makam Raden Intan II, Minggu (13/10/2019).

Sesuai agenda rutin tahunan, haul Raden Intan II dirayakan setiap tanggal 5 Oktober. Haul disebutnya menjadi kegiatan doa bersama pahlawan nasional Raden Inten II pada tanggal 5 Oktober 1856 saat melawan penjajah Belanda.

Setelah koordinasi dengan tokoh adat, ahli waris, instansi terkait, tokoh Nahdatul Ulama dan Pemerintah Kabupaten Lamsel, sejuta zikir digelar dibarengkan dengan acara haul.

Melalui kegiatan zikir yang dihadiri oleh pelaksana tugas Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, kegiatan tersebut mendorong kunjungan ke cagar budaya Raden Intan II. Selama ini Dahri Khaidir menyebut cagar budaya makam Raden Intan II kerap dikunjungi sekaligus melihat kondisi Benteng Cempaka.

Selain makam Raden Inten II yang ada di benteng Cempaka pengunjung bisa melihat silsilah pahlawan nasional asal Lampung tersebut.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten disebut Dahri Khaidir membawahi tiga tempat. Tempat pertama berupa Makam Raden Intan II di benteng Cempaka Desa Gedung Harta, dan Bekas rumah tinggal pahlawan nasional Raden Intan II di Desa Kuripan Kecamatan Penengahan.

Cagar budaya ketiga berupa Batu Tulis Palas Pasemah yang dikenal sebagai peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Desa Palas Pasemah Kecamatan Palas.

“Kunjungan ke makam Raden Intan II di benteng Cempaka bisa mencapai ribuan orang, tapi di rumah peninggalan dan batu tulis rata-rata hanya ratusan orang per bulan,” ungkap Dahri Khaidir.

Dahri Khaidir menyebut upaya pelestarian dan pemeliharaan di cagar budaya terus dilakukan. Semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melihat peninggalan pahlawan Raden Intan II membuat sejumlah fasilitas dibenahi.

Selain pemugaran patung Raden Intan II, makam, perbaikan juga dilakukan dengan pembuatan paving block pada halaman. Sejumlah fasilitas balai pertemuan, kamar mandi dan toilet juga dibenahi untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung.

Pelaksana tugas Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, menyebut kegiatan haul ke-163 pahlawan Raden Intan II sebagai bentuk menghargai pahlawan. Kegiatan yang dipusatkan di benteng Cempaka Desa Gedung Harta, Kecamatan Penengahan sekaligus memperkenalkan semangat juang Raden Intan II sebagai pahlawan nasional. Kini benteng Cempaka menjadi salah satu cagar budaya yang kerap dikunjungi.

Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto (batik coklat), disambut tarian tradisional pada acara haul Raden Intan II ke- 163 di benteng Cempaka Makam Raden Intan II, Minggu (13/10/2019) – Foto: Henk Widi

“Selain mendoakan pahlawan Raden Intan II bersama Nahdatul Ulama dari sejumlah kecamatan kita berdoa memohon persatuan dan kesatuan,” ungkap Nanang Ermanto.

Kegiatan haul yang digelar setiap tahun menjadi saat mengenang perjuangan pahlawan Raden Intan II. Lokasi yang dilestarikan sebagai cagar budaya bahkan kerap menjadi lokasi melihat peninggalan masa silam.

Nanang Ermanto berharap generasi muda bisa mengikuti jejak semangat perjuangan pahlawan asal Lampung tersebut.

Lihat juga...