hut

Peragaan Busana Kripik Tempe Mahasiswa UM Pecahakan Rekor Dunia MURI

Editor: Mahadeva

MALANG – Mahasiswa  Universitas Negeri Malang (UM) meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), dengan menampilkan peragaan busana berbahan dasar kripik tempe.

Ketua Panitia Pelaksana peragaan busana, Agus Sunandar, menjelaskan, pemecahan rekor Muri kali ini menjadi yang ketiga bagi jurusan teknologi industri. “Sepuluh tahun yang lalu, kita pernah memecahkan rekor muri terkait bakso bakar terpanjang dan jas almamater terbesar. Sedangkan di tahun ini kami menggunakan kripik tempe sebagai bahan dasar busana,” tuturnya, saat ditemui di gedung Graha Cakrawala, Kamis (10/10/2019).

Ketua panitia pelaksana, Agus Sunandar, menjelaskan terkait pemecahan rekor MURI busana berbahan kripik tempe di Graha Cakrawala UM, Kamis (10/10/2019). Foto-Agus Nurchaliq

Ide pemecehan rekor MURI tersebut sudah terlebih dahulu dikonsultasikan, dan ternyata memang belum ada rekor seperti itu. Dari situ, kemudian para mahasiswa merancang baju. Pemecahan rekor MURI kali ini, bukan seberapa banyak kripik tempe yang digunakan, tapi lebih kepada keunikannya. “Kami usulkan keunikannya. Jadi nama rekor MURI-nya adalah fashion show pertama dengan busana berbahan dasar kripik tempe,” sebutnya.

Agus menyebut, pemilihan kripik tempe sebagai bahan dasar pembuatan busana, karena kripik tempe merupakan salah satu makanan dan oleh-oleh khas Malang. Total ada 150 kilogram keripik tempe yang digunakan untuk membuat 16 busana. “Pembuatan bajunya dikerjakan selama tiga minggu oleh mahasiswa. Kemudian untuk merangkai keripik tempenya hanya tiga hari, karena pengerjaannya harus cepat agar tempenya tidak berjamur dan tidak didatangi semut,” terangnya.

Semua dikerjakan oleh mahasiswa mulai dari mendesain, membuat, merangkai, hingga memeragakan busana keripik tempe yang mereka buat. Proses pembuatan sempat mengalami kendala pada saat perangkaian keripik tempe dengan benang. Mengingat keripik merupakan makanan yang mudah rapuh karena teksturnya yang tipis. Namun kendala tersebut akhirnya berhasil dilalui dengan serangkaian percobaan.

Senior Eksekutif Manager MURI, Sri Widayati, menyebut, peragaan busana berbahan dasar kripik tempe tidak hanya layak untuk memecahkan rekor nasional. Tetapi juga memecahkan rekor dunia. “Kegiatan pemecahan rekor kali ini tidak hanya kami catat sebagai rekor nasional, tetapi juga kami kukuhkan sebagai rekor dunia Indonesia dengan nomer 9.216,” sebutnya.

Menurutnya, sebenarnya sudah ada beberapa pemecahan rekor terkait tempe yang berhasil di catat MURI. Tapi pemecahan rekor yang dilakukan mahasiswa Fakultas Teknik UM sedikit berbeda dan lebih unik karena tempe dikreasikan dengan busana. “Ini yang menjadi keunikan dari pemecahan rekor MURI kali ini,” pungkasnya.

Lihat juga...