PERHATI-KL Diharapkan Perkuat Layanan di Daerah Terpencil

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit di Padang, Jumat (25/10/2019). Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (PERHATI-KL) diharapkan dapat memperkuat layanan bagi wilayah yang bermasalah kesehatan, dan daerah terpencil perbatasan kepulauan.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyebutkan, daerah terpencil masih sangat minim sekali layanan kesehatannya. Tidak hanya soal tenaga medis, namun juga sarana dan prasarana.

“Saya rasa dokter lebih paham lah bagaimana kondisi kesehatan masyarakat di pedesaan. Makanya keberadaan peningkatan layanan amatlah penting,” katanya, Jumat (25/10/2019).

Nasrul menyebutkan untuk membangun kesehatan di Sumatera Barat, perlu dilakukan akselerasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan.

“Saya berharap PERHATI-KL benar-benar dapat memberikan manfaat atas keberadaannya, dengan cara berkontribusi nyata untuk dunia kesehatan di Sumatera Barat,” ujarnya.

Melihat ke kasus kanker yang berhubungan dengan telinga, hidung dan tenggorokan ( THT), di Indonesia prevalensinya masih 6,2 per 100.000 jumlah penduduk. Dibandingkan dengan kanker lainnya, masyarakat masih sulit mengenal dan minimnya informasi mengakibatkan pasien terlambat memeriksakan diri .

“Untuk itu perlu sosialisasi terhadap penyakit ini, sehingga banyak masyarakat terbantu dengan mengetahui gejalanya,” kata Wagub Sumbar.

Menanggapi hal ini, Ketua PERHATI-KL Indonesia dr. Soekirman Soekin, SpTHT-KL (K) mengatakan, dokter spesialis yang tergabung itu, kebanyakan telah bekerja untuk melayani masyarakat. Cuma untuk daerah terpencil memang belum optimal, karena minimnya sarana dan prasarana.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mengakui sangat membutuhkan dokter spesialis dalam memberikan pelayanan kesehatan, apalagi yang berada di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, Merry Yuliesday mengatakan di Mentawai tidak bisa memiliki satu atau dua orang dokter spesialis saja di suatu daerahnya.

“Daerah tertinggal  sangat butuh dokter spesialis. Apalagi keberadaan dokter spesialis yang ada di sana tidak semuanya dapat menjangkau masyarakat, karena memang Mentawai terdiri dari beberapa pulau – pulau. Selain itu akses jalan untuk menjangkau pulau, juga belum memadai,” sebutnya.

Dinkes Sumatera Barat hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan secara massal ke masyarakat dengan membawa dokter spesialis berbagai bidang. Hal ini dikarenakan, Mentawai yang merupakan daerah kepulauan, diperkirakan akan berbagai jenis penyakit bisa saja dialami.

“Selaku pemerintah, memiliki tanggung jawab untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadi seputar kesehatan. Dokter spesialis adalah solusinya, untuk hal tersebut,” tegasnya.

Lihat juga...