hut

Perjudian di Apartemen Robinson, Pengelola Langgar Pergub 132/2018

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Praktik judi di Apartemen Robinson, Jakarta Utara, melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No.132/2018, tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik. Telah terjadi pengubahan apartemen menjadi kasino. Pergub menegaskan lingkungan masyarakat bersih dari perjudian, bahkan narkoba.

“Karena itulah, penting pelaksanaan Pergub 132 Tahun 2018. Dengan adanya pergub itu, maka warga penghuni apartemen pasti akan memastikan memastikan lingkungannya bersih dari masalah-masalah sosial seperti narkoba dan pelanggaran seperti ini,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019).

Anies menyebut, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman beserta Satpol PP DKI Jakarta, menjadi garda terdepan penerapan produk hukum tersebut. Bila aturan tersebut diberlakukan, maka potensi masalah sosial yang berimplikasi terhadap para penghuni bisa ditekan bahkan dihindari. “Soal narkoba dan soal pelanggaran seperti ini (perjudian) bisa dihindari bila Pergub ini diterapkan,” ujarnya.

Kelompok judi bernama RBS29, menyewa lantai 29 dan 30 di Apartemen Robinson. Terdapat empat jenis permainan judi yang biasa dimainkan di lantai 29, yakni baccarat, paikiu, roullette, dan tashio. Kasino tersebut ternyata baru beroperasi selama tiga hari, sebelum akhirnya diungkap oleh Direktorat Kejahatan dan Kekersan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Polisi menangkap 133 orang di lokasi tersebut, karena melakukan perjudian. Sebanyak 91 orang ditetapkan sebagai tersangka, dan 42 orang sebagai saksi. Polisi juga mengamankan barang bukti meja judian, uang senilai Rp200 juta, telepon genggam, dan papan serta kartu untuk permainan judi. Dalam kasus ini, polisi masih memburu tujuh tersangka yang disebut-sebut sebagai penyandang dana kasino.

Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Widjatmoko – Foto Lina Fitria

Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Widjatmoko, menyebut, kasino di Apartamen Robinson ilegal. “Yang pasti kalau tindakan pidananya sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Kita ikut apa yang sudah diambil langkah oleh Polda. Kemudian terkait dengan perizinan tidak pernah ada izin usaha (kasino) di sana,” ujar Sigit.

Pengelolan kasino mengubah ruang apartemen yang disewa. Ruangan yang seharusnya menjadi tempat tinggal, diubah menjadi tempat usaha perjudian. Jika mengacu pada Pergub 132, pengelolaan diserahkan kepada pemilik atau P3RS, bukan pengembang. Dalam Pergub tersebut diatur hak dan kewajiban pengelolaan ruang bersama, pengelolaan kebersihan, jalan, fasilitas parkir, dan kamar. “Kita memastikan itu. Yang jadi concern di utara ini sekarang bagaimana memastikan implementasi Pergub 132/2018 sudah 100 persen, sehingga kejadian seperti Robinson ini tidak terulang lagi di Jakarta Utara,” tandas Sigit.

Mengenai perizinan, Sigit menyebut, institusinya tidak pernah mengeluarkan izin usaha di tempat tersebut. Apartemen Robinson berada di bawah pengembang PT Putra Mas Simpati. Pengembang tercatat hanya memiliki satu bangunan.

Apartemen tersebut telah berdiri sejak 1996. Berdasarkan versi pengembang, P3RS telah dibentuk sejak dulu. “P3RS-nya sudah ada versi mereka. Kita ada Pergub 132 tahun 2018, dan itu yang sekarang bentuknya harus mengikuti karena tidak hanya ada pengelola, tapi juga ada pengawas sehingga mengoptimalkan fungsinya. Jadi kalau pun ada P3RS-nya itu belum mengacu ke Pergub 132 tahun 2018,” tandasnya.

Lihat juga...