hut

Perkuat Edukasi, Batan Luncurkan IRL

Editor: Mahadeva

Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan saat ditemui di Konferensi Internasional Material Maju di Aston Sentul Bogor, Rabu (9/10/2019) – Foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Dalam rangka menjalankan perannya di bidang edukasi dan pelatihan, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) meluncurkan Internet Reactor Laboratory (IRL). 

Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan, menjelaskan, IRL merupakan sistem pembelajaran reaktor nuklir jarak jauh. “Pembelajaran dilakukan secara online. Selain mengetahui perubahan data, para peserta juga dapat melihat kondisi reaktor secara realtime melalui kamera yang terhubung dengan sistem informasi IRL,” kata Anhar, Rabu (9/10/2019).

Target pasar dari IRL adalah lokal dan internasional. Untuk lokal, ada lebih dari 20 universitas di Sumatera, Jawa dan Kalimantan yang akan menjadi sasaran. “Ini kita tujukan untuk praktikum mahasiswa, terutama bagi jurusan fisika dan fisika inti,” urai Anhar.

Untuk skala internasional,  Batan sudah mendemonstrasikan pada General Conference International Atomic Energy Agency (IAEA)  di Vienna Austria September lalu. “Ajang ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menjaring kerja sama dengan berbagai negara dalam pemanfaatan IRL,” tutur Anhar.

Dari demonstrasi yang dilakukan, sudah ada beberapa negara di Asia dan Afrika, yang menunjukkan ketertarikan untuk menggunakan IRL. “Sudah ada beberapa peneliti luar negeri yang menunjukkan respon positif, saat kita demo di Vienna kemarin. Jadi kemarin kita menunjukkan secara langsung Reaktor Kartini Yogyakarta,” ucap Anhar.

Anhar menyebut, untuk memanfaatkan IRL hanya dibutuhkan empat hal penting. Yang pertama adalah jaringan internet yang baik untuk melakukan video conference,  yang kedua peralatan yang memadai untuk video conference, trainer yang memberikan penjelasan di lokasi pembelajaran dan yang terakhir adalah trainer yang ada di lokasi reaktor nuklir.

IRL dikhususkan bagi para peneliti dan mahasiswa yang memiliki dasar keilmuan dan atau yang memiliki keterhubungan dengan reaksi nuklir dan teknologi nuklir.  “Ini memang bukan untuk orang awam. Hanya untuk orang yang punya basic keilmuan sesuai. Kalau untuk masyarakat umum yang ingin mengetahui tentang teknologi nuklir dan pengaplikasiannya bisa menghubungi humas Batan dan mengikuti program tur di Batan,” ucap Anhar.

Salah satu contohnya adalah Nuclear Center yang ada di Yogyakarta. Atau seperti beberapa kunjungan pihak guru dan sekolah ke Batan Pair Pasar Jumat Jakarta.

Lihat juga...