hut

Permainan Tradisional Pukau Pengunjung TMII

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Melestarikan permainan tradisional terus digalakkan oleh berbagai pihak, salah satunya Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI). Dalam perayaan HUT ke 74 TNI di area parkir selatan Taman Mini Indonesia Indah, berbagai permainan memukau pengunjung objek wisata yang digagas dan didirikan oleh Ibu Tien Soeharto.

Permainan yang menarik pengunjung untuk mencoba salah satunya gasing. Berbahan kayu yang dibentuk sedemikian rupa dan seutas tali yang dililitkan, membuat permainan satu ini begitu digandrungi. Terlebih dengan beberapa dengan beberapa atraksi yang dipertunjukan oleh mereka yang sudah terbilang ahli.

Bahkan, seorang ibu ikut mencoba merasakan atraksi gasing yang berputar di telapak tangan.

Begitu juga dengan permainan egrang. Mereka berjalan menggunakan galah atau tongkat sebagai pijakan agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah.

“Awalnya, saya tadi jatuh. Tapi semangat untuk bisa main egrang membuat saya terus mencobanya. Asyik juga jalan dan berdiri di pijakan tongkat,” kata Andrean kepada Cendana News di temui di area permainan tradisional di parkir selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (13/10/2019) sore.

Tampak juga mereka bermain tarik tambang. Beradu antara penari berbusana Papua dan ibu-ibu dengan tangan memegang tambang saling menarik.

“Hore tim emak-emak pemenangnya,” kata Yanti, salah satu peserta tarik tambang.

Pemandangan itu mewarnai keceriahan  Jakarta yang digelar dari tanggal 13-14 Oktober 2019. Permainan tradisional tersebut persembahan dari KOTI yang berupaya memperkenalkan dan melestarikan permainan tradisional ini kepada pengunjung TMII.

Sekertaris Jenderal KOTI, Chairul Umam mengatakan, gasing, egrang dan tarik tambang merupakan permainan tradisional yang mulai redup di tengah gemerlapnya permainan modern. Padahal ini adalah warisan budaya leluhur yang harus terus dilestarikan.

“Alhamdulillah kami dilibatkan tampil di HUT ke 74 TNI di TMII untuk mengenalkan kearifan lokal melestarikan kebudayaan Indonesia, permainan tradisional ini,” kata Chairul kepada Cendana News.

KOPI sebutnya, berkomitmen untuk melestarikan permainan tradisional yang dirasakan sudah mulai pudar. Dalam kegiatannya, KOPI membuat tiga program yaitu pengalian permainan tradisional seluruh Indonesia. Kemudian kedua adalah pembakuan olahraga tradisional yang bisa dikompetisikan.

Adapun ketiga yakni, pelestarian dengan memperkenalkan ke sekolah dan masyarakat. “Kita edukasi anak-anak di sekolah secara gratis sekitar 2-3 jam untuk mengenalkan permainan tradisional,” ujarnya.

Permainan tradisional ini menurutnya, sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Seperti dalam lagu Indonesia Raya yakni ‘ Bangunlah Jiwaku, Bangunlah Raganya’.

“Jadi permainan tradisional ini membentuk karakter anak. Bagaimana kecerdasan anak di bangun dengan bermain tradisional. Kemudian dia bergerak badannya jadi bugar dan sehat tidak gampang sakit,” ujarnya.

Sekertaris Jenderal KOTI, Chairul Umam (ketiga dari kanan) bersama anggota KOTI memperkenalkan permainan tradisional pada HUT ke 74 TNI di parkir selatan TMII, Jakarta, Minggu (13/10/2019) sore: foto: Sri Sugiarti

Apalagi menurutnya, ancaman terbesar saat ini adalah teknologi gagdet. Sehingga anak malas bergerak akhirnya penyakit tidak menular di usia dini makin tinggi.

Filosofi gasing, engrang dan tarik tambang …..

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com