hut

Permintaan Pupuk di NTT Gunakan e-RDKK

KUPANG  – Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jhon Oktavianus, mengatakan, permintaan pupuk dari daerah sudah harus menggunakan sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (E-RDKK).

Sistem daring ini untuk memastikan bahwa pupuk yang dikirim ke daerah benar-benar sesuai dengan kebutuhan kelompok petani, kata Jhon Oktavianus  di Kupang, Sabtu.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan mekanisme penyaluran pupuk, agar pupuk yang dikirim ke daerah benar-benar sesuai dengan kebutuhan kelompok tani.

Dengan E-RDKK menurut dia, penyediaan pupuk bersubsidi berdasarkan data kebutuhan yang diinput secara online untuk setiap petani.

Penggunaan E-RDKK ini bisa mencegah penyalahgunaan pupuk bersubsidi, karena dengan e-RDKK data mudah dipantau oleh pemerintah, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi akan tersalurkan kepada petani yang benar-benar membutuhkannya.

Dia menambahkan, sistem ini sudah mulai diberlakukan di NTT pada tahun 2019 ini.

“Dan saat ini dinas pertanian kabupaten juga sedang meng-entry di E-RDKK untuk kebutuhan pupuk pada tahun 2020 mendatang,” katanya.

Dia berharap, dengan adanya sistem online ini, tidak ada lagi keluhan petani soal kelangkaan pupuk di provinsi berbasis kepulauan itu. (Ant)

Lihat juga...