hut

Perpustakaan Desa di Lamtim Dorong Minat Baca Warga

LAMPUNG – Upaya meningkatkan budaya membaca sejak dini, terus dilakukan oleh sejumlah pegiat literasi di Lampung Timur (Lamtim).

Camat Kecamatan Gunung Pelindung, Siswanto, menyebut perpustakaan menjadi sarana untuk mengembangkan budaya membaca tersebut. Dukungan pemerintah melalui Dana Desa (DD) untuk dialokasikan dalam pembuatan perpustakaan.

Ia mengimbau setiap desa di Kecamatan Gunung Pelindung agar membuat perpustakaan di kantor balai desa. Penggunaan DD untuk fasilitas perpustakaan menjadi cara, agar masyarakat mencintai budaya membaca.

Selain dukungan dari pemerintah, Siswanto mengungkapkan melalui lembaga sosial dukungan fasilitas perpustakaan juga diberikan.

Bantuan perpustakaan ke pegiat literasi BMX Pustaka bernama Khoirul Alvin Romadoni, sebutnya, menjadi contoh bagi pengembangan literasi.

Siswanto menyebut, selain peran guru sekolah dalam mendidik anak, waktu terbesar berada di rumah. Peran orang tua serta pegiat literasi didukung dengan adanya fasilitas perpustakaan, agar anak mengisi waktu luang di rumah dengan membaca buku.

Khoirul Alvin Romadoni, menerima buku bantuan dari Yayasan Bunda Tzu Chi sebagai penyemangat budaya membaca di wilayah Kecamatan Negeri Agung,Kamis (17/10/2019). -Foto: Henk Widi

“Pemberian bantuan perpustakaan akan menjadi perangsang bagi desa yang lain, agar bisa mengikuti jejak pegiat literasi yang berkeliling membawa buku, kini adanya fasilitas perpustakaan bisa digunakan anak-anak membaca buku,” ungkap Siswanto, saat peresmian perpustakaan Raden Intan 1, Kamis (17/10/2019).

Siswanto menambahkan, Dana Desa bisa digunakan untuk membangung perpustakaan desa untuk penyediaan sumber pengetahuan warga desa. Bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, sesuai dengan semangat keberagaman di Kecamatan Negeri Agung.

Literasi disebutnya bisa menjadi sarana untuk memupuk persatuan dan kesatuan. Sebab, di wilayah tersebut terdiri dari agama Islam, Hindu, Kristen dan Katolik.

Bantuan perpustakaan yang diterima oleh Khoirul Alvin Romadoni, menjadi dampak positif bagi masyarakat. Sebab, selain bagi anak-anak, buku-buku bacaan yang disediakan bisa dimanfaatkan oleh orang tua di wilayah tersebut. Melalui fasilitas perpustakaan, upaya peningkatan budaya membaca bisa dilakukan sejak dini. Sebab, saat era modern ini, anak-anak sudah mulai lebih dominan bermain gawai dibanding membaca buku.

“Peranan orang tua dan pegiat literasi tentunya akan sangat penting mendorong minat baca,” ungkap Siswanto.

Shely, salah satu perwakilan dari Yayasan Buddha Tzu Chi, menyebut fasilitas perpustakaan menjadi cara mewujudkan mimpi Khoirul Alvin Romadoni atau akrab disapa Doni. Sebelumnya, siswa kelas IV di SDN 3 Negeri Agung tersebut berkeliling membawa buku untuk dibaca oleh rekan-rekan sebaya. Mimpi untuk memiliki perpustakaan tersebut terwujud atas dukungan DAAI TV, yang fokus pada bidang sosial, kemanusiaan dan pendidikan.

“Fasilitas perpustakaan yang sudah ada bisa menjadi sarana belajar bagi Doni dan anak-anak di desanya, mencintai budaya membaca,” tutur Shely.

Khoirul Alvin Romadoni, penerima bantuan perpustakaan menyebut, fasilitas tersebut sangat mendukung kegiatan literasi. Selama ini, koleksi buku yang hanya ratusan bertambah banyak atas bantuan sejumlah donatur.

Ia juga menyebut, adanya tambahan koleksi buku bisa menambah semangat kawan-kawannya membaca buku. Selama ini, ia berkeliling menggunakan sepeda, agar anak  di desanya membaca buku.

Setelah adanya perpustakaan yang diberi nama Raden Intan 1, ia berharap rekan-rekannya akan makin mencintai budaya membaca. Tempat yang nyaman untuk membaca dilengkapi dengan rak buku dan koleksi buku makin lengkap.

Selain buku-buku pendukung belajar, buku yang disediakan meliputi buku dongeng bergambar dan buku ilmu pengetahuan umum.

Siswa kelas IV SDN 3 Negeri Agung yang akrab disapa Doni mengaku berterima kasih pada sejumlah pihak. Donatur, Yayasan Buddha Tzu Chi, DAAI TV dan sejumlah pegiat literasi menurutnya ikut mendukung kecintaan membaca buku. Bertambahnya koleksi buku menjadi penyemangat bagi anak-anak, untuk lebih mencintai membaca buku memanfaatkan waktu luang.

Lihat juga...