hut

Persaingan Tinggi, Tantangan Pengembangan Tabur Puja di Argomulyo

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Banyaknya lembaga keuangan yang ada di Desa Argomulyo, menjadi tantangan tersendiri bagi Unit Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja) KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo untuk bisa bersaing dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga masyarakat.

Tingginya persaingan antar lembaga keuangan penyedia modal usaha ini juga dinilai menjadi salah satu penyebab belum maksimalnya serapan atau pemanfaatan bantuan pinjaman modal usaha dari Yayasan Damandiri selama ini.

“Memang sampai saat ini pemanfaatan dana bantuan pinjaman modal usaha belum bisa maksimal. Sejak berdiri sekitar pertengahan tahun 2018 lalu, kita baru memiliki sekitar 374 anggota. Ini karena di sini sudah banyak koperasi maupun lembaga keuangan yang menyediakan layanan pinjaman modal usaha,” ujar Manajer Unit Tabur Puja KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Banar Lucia, Sabtu (12/10/2019).

Suasana di kantor Unit Tabur Puja KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (12/10/2019) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Dengan banyaknya jumlah lembaga keuangan penyedia pinjaman modal tersebut, maka dikatakan Banar, masyarakat akan sangat selektif dalam memilih atau mengajukan pinjaman. Biasanya masyarakat akan cenderung memilih penyedia modal usaha yang memiliki tingkat bunga paling rendah dan syarat paling mudah.

“Selain itu, masyarakat yang sudah memiliki pinjaman di satu lembaga keuangan, biasanya akan enggan untuk meminjam lagi di lembaga lain. Karena itu akan menjadi beban tambahan bagi mereka. Mereka khawatir tidak akan bisa mengembalikan pinjaman,” katanya.

Tak hanya itu, kondisi geografis Desa Argomulyo yang berada di perbatasan antara kawasan perkotaan dan pedesaan juga turut mempengaruhi tingkat produktivitas dan karakteristik warga. Dimana tak banyak warga yang memiliki mental untuk berdagang atau mendirikan usaha. Namun cenderung lebih memilih bekerja sebagai petani, peternak, tukang, buruh, dan sebagainya.

Manajer Unit Tabur Puja KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo, Banar Lucia, saat menjumpai Cendana News, Sabtu (12/10/2019) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Kita terus berupaya mendorong warga agar mau memulai usaha sehingga bisa lebih mandiri. Namun memang cukup sulit, karena kebanyakan warga di sini karakteristiknya adalah sebagai petani dan buruh. Apalagi daya beli masyarakat di sini cukup rendah, sehingga kadang warga jadi khawatir akan rugi jika harus berdagang atau memulai usaha,” katanya.

Lihat juga...