hut

Personel dan Peralatan SAR Maumere Masih Terbatas

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Peralatan di kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Maumere yang wilayah kerjanya meliputi pulau Flores, Adonara, Solor, Lembata, hingga pulau-pulau di kabupaten Alor, perlu ditambah.

“Memang, sarana dan prasarana kantor SAR Maumere masih sangat terbatas,” kata Didi Hamzar, S.Sos., MM., Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, di Maumere, Rabu (9/10/2019).

Menurut Didi, sebelumnya kantor SAR Maumere statusnya Pos SAR dan baru dua tahun ditingkatkan statusnya. Untuk itu, perlu ada berbagai peningkatan sarana dan prasarana serta sumber daya manusianya.

“Jika dibandingkan dengan luas wilayah, maka peralatan yang tersedia sangat terbatas sekali. Perbandingannya dua berbanding satu,” tuturnya.

Untuk itu, tandas Didi, kantor SAR Maumere harus secara bertahap ditingkatkan kemampuan dan peralatannya.

Didi Hamzar, S.Sos., MM., Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (tengah) bersama Kepala Kantor SAR Maumere, I Putu Sudayana (kanan), dan Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. Sugeng Prihatin. -Foto: Ebed de Rosary

Salah satu upaya yang harus diwujudkan untuk memberikan bantuan yang baik, yakni menciptakan sebuah koordinasi yang baik.

“Bagaimana negara hadir memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan pertolongan dalam kecelakaan atau bencana. Basarnas tidak bisa bekerja sendirian,” ungkapnya.

Untuk itu, sebut Didi, dalam menjalankan operasi pencarian dan pertolongan, petugas SAR  pasti akan dibantu oleh personil TNI, kepolisian dan unsur pemerintahan serta segenap elemen masyarakat.

“Kita harus betul-betul memelihara komunikasi dan kordinasi yang baik. SAR Maumere baru ditingkatkan statusnya, sehingga dalam masih proses bertahap bantuan peralatan, termasuk penambahan pegawai,” jelasnya.

Penambahan pegawai, tandas Didi,sangat diperlukan untuk disebar ke pos-pos SAR yang ada. Selain itu, pada tahun ke dua ini, diadakan pelatihan SAR untuk peningkatan sumber daya manusianya.

“Tradisi koordinasi yang baik, saling membantu terus menjadi tradisi di kantor SAR Maumere, sebab kecelakaan bisa terjadi di mana saja, kapan saja, terhadap siapa saja. Respons time di kantor SAR Maumere sangat bagus sekali,” tegasnya.

Kepala Kantor SAR Maumere I, Putu Sudayana, SE., MAP., menambahkan, terkait personel SAR yang dimiliki kantor SAR Maumere saat ini berjumlah 28 orang dan masih terbatas.

Personel yang ada terbagi di 4 tempat, yakni di Pos SAR Labuan Bajo sejumlah 5 personel, Pos SAR Ende  3 personel,  Pos SAR Alor 4 personel dan sisanya 16 personel di kantor SAR Maumere.

“Dengan jumlah 28 personel yang ada, otomatis tidak bisa semuanya diberikan pada satu pos saja, tetapi harus dibagi. Personel terbanyak di Maumere, karena lokasinya yang paling rawan bencana,” ungkapnya.

Saat ada bencana di kabupaten lain yang membutuhkan penambahan personel dnaa peralatan, kata Putu, maka kantor SAR Maumere akan mengirimkan secepatnya ke Pos SAR tersebut.

Lihat juga...