hut

Perubahan Cuaca Pengaruhi Sektor Pertanian di Lamsel

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Cuaca panas selama musim kemarau diselingi hujan dalam waktu sehari berdampak pada sektor pertanian di Lampung Selatan (Lamsel). Tercatat, hujan pertama terjadi pada awal Oktober silam dan kedua pada pekan kedua.

Iwan, petani penanam sayuran di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebutkan, imbas hujan dan kembali didominasi cuaca panas, sejumlah tanaman sayuran milik petani rusak. Perubahan cuaca ekstrim menjadi penyebab tanaman layu akibat perubahan suhu. Jenis tanaman sawi, tomat, kangkung yang ditanam menjadi kerdil.

“Saat hujan turun dan kembali panas justru menimbulkan gangguan pada tanaman karena suhu yang ekstrem, meski bagian akar tetap terkena air tapi bagian daun mengalami layu, setelah kondisi cuaca kembali panas tanaman kembali normal,” ungkap Iwan saat ditemui Cendana News mengalirkan air pada bak terpal plastik di kebunnya, Rabu (23/10/2019).

Iwan menyebut sejumlah sayuran sensitif pada perubahan cuaca. Namun dengan penanganan yang baik hasil sayuran justru memiliki kualitas yang bagus.

Dampak kemarau dengan cuaca panas dirasakan juga oleh Jaidi, petani tomat di Desa Kelaten. Memanfaatkan mesin pompa jenis alkon, ia menanam tomat yang bisa dipanen usia tiga bulan.

“Tanaman tomat cocok tumbuh dengan kondisi cuaca yang lembab dan bersuhu sedang,tapi perubahan cuaca membuat tomat rusak,” papar Jaidi.

Jaidi menyebut sekitar 2.000 tanaman tomat miliknya sebagian sudah kering saat panen tahap kedua. Sekali panen ia mendapatkan hasil sekitar 200 kilogram tomat. Suhu udara di wilayah tersebut yang mencapai 28 hingga 30 derajat celcius membuat tomat cepat membusuk. P

“Proses penyiraman memakai mesin sedot dari sungai Way Pisang juga mulai dihentikan akibat biaya operasional yang tinggi,” sebutnya.

Iwan, petani penanam sayuran di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan memanfaatkan sumur gali dengan mesin pompa untuk menyiram tanaman, Rabu (23/10/2019). Foto: Henk Widi

Biaya operasional yang tinggi untuk mesin pompa menurutnya tidak sebanding dengan harga jual tomat. Harga jual tomat Rp800 per kilogram membuat ia hanya mendapatkan hasil Rp160.000 untuk dua kuinta.

“Pekan lalu sempat hujan namun justru mempercepat pembusukan tomat akibat suhu ekstrem,” ungkap Jaidi.

Petani penanam jagung bernama Hasan juga mengalami kesulitan air saat jagung miliknya berusia satu bulan. Sebagai cara agar tanaman tetap bisa tumbuh dengan baik ia memilih memompa air sungai Way Pisang dan mengeluarkan biaya bahan bakar pertalite sekitar Rp50.000 sekali pompa.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com