hut

Pesta Laut Pemana, Ungkapan Syukur Nelayan di NTT

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Masyarakat pulau Pemana baik desa Pemana dan Gunung Sari mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Masyarakatnya selalu membuat ritual adat sebagai ucapan syukur atas rejeki melaut selama setahun.

“Ucapan syukur masyarakat nelayan biasanya dilakukan dengan memberi makan laut dan biasanya dilakukan dengan menyembelih kambing dan membuangnya ke laut,” kata Samsudin, warga pulau Pemana, Minggu (20/10/2019).

Dikatakan Samsudin, ritual yang bernama Pamanga Tamianotai ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Seluruh masyarakat nelayan di pulau Pemana dilibatkan dalam kegiatan ini.

“Semua masyarakat nelayan biasanya turut mengambil bagian dalam pesta laut Pemana yang biasa setiap tahun dilakukan. Ritual ini sempat hilang namun beberapa tahun ini mulai dihidupkan,” tuturnya.

Kepala desa Pemana, kecamatan Alok, kabupaten Sikka, NTT, La Ampo kepada Cendana News mengatakan, pesta laut Pemana merupakan ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa yang telah memberikan rejeki.

Kepala desa Pemana, kecamatan Alok, kabupaten Sikka, NTT, La Ampo, saat dijumpai Cendana News, Minggu (20/10/2019) – Foto: Ebed de Rosary

Meskipun sedikit kata La Ampo, namun sebagai manusia maka wajib nikmat itu disyukuri. Pesta laut ini dilaksanakan di pulau Anano atau pulau Kambing agar bisa mempromosikan pulau ini jadi salah satu destinasi wisata.

“Seluruh kapal baik 64 kapal pole anda line dan 127 kapal pemancing ikan tuna semuanya ikut berpartisipasi dalam pesta laut dan semua nelayan diwajibkan untuk mengikuti parade saat pesta laut,” ujarnya.

Pemerintah desa kata La Ampo, hanya mengikuti kemauan masyarakat yang sebagian besar merupakan nelayan. Ketika masyarakat nelayan ingin melaksanakan pesta laut maka pihaknya mendukung.

Pemerintah desa juga kata dia, mendorong masyarakat untuk menjaga ekosistem laut agar bisa menjadi sebuah obyek wisata keindahan bawah laut. Pulau Anano juga menjadi sebuah pulau yang akan dijadikan destinasi wisata.

“Dulu masyarakat Pemana sering memelihara kambing di pulau ini sehingga pulau ini dinamakan pulau Kambing. Juga disebut pulau kecil karena pulaunya lebih kecil dari pulau Pemana,” jelasnya.

Tetapi menurut La Ampo, nama sebenarnya pulau Kambing adalah Anano yang berasal dari bahasa Buton. Anano sebutnya berarti anak dari pulau Pemana yang lebih besar.

Pulau ini tuturnya, sangat bagus untuk dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata. Pemerintah desa pun ingin mengembangkan pulau ini menjadi salah satu destinasi wisata bahari.

“Kita ingin mengembangkan pulau ini sebagai salah satu destinasi wisata di Pemana misalnya wisata laut berupa diving dan snorkeling. Selain itu pulau Anano juga bisa jadi tempat menikmati keindahan pasir putih dan laut,” pungkasnya.

Lihat juga...