Pilkades Serentak di Biak Belum Menerapkan “e-Voting”

Ilustrasi - Pemilih mengamati foto calon kepala desa pada layar komputer saat melakukan pemilihan kepala desa (Pilkades) sistem "e-voting" atau pemungutan suara berbasis elektronik di Kantor Desa Bendosari, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (29/6/2019). -Foto: Antara

BIAK – Pemkab Biak Numfor, Papua, belum dapat menerapkan sistem pemungutan suara secara elektronik (e-voting) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2020.

Hal itu dikarenakan, belum adanya fasilitas sarana teknologi penunjang e-Voting. “Pilkades serentak di Biak Numfor akan menggunakan sistem manual, artinya pemungutan suara calon kepala kampung dengan mencoblos dan menghitung perolehan suara dengan cara dicatat dengan alat tulis di kertas,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Biak, Setya Budi MAP, Senin (28/10/2019).

Penerapan e-voting  pada pilkades serentak akan membutuhkan investasi anggaran awal yang cukup besar. Sedangkan pemungutan suara pilkades serentak dengan cara manual, pembiayaan hanya sekali dan habis serta tidak meninggalkan aset. “E-voting menggunakan open sistem, di mana perangkat yang sudah diinvestasikan dapat digunakan untuk kebutuhan perkantoran dan administrasi lainnya,” katanya.

Faktor lain yang juga harus disiapkan untuk menggelar e-voting pilkades serentak 2020 adalah, masalah kesiapan sumber daya manusia. Utamanya, panitia penyelenggara di tingkat kampung. Kendati demikian, meski Pilkades serentak 2020 akan dilakukan secara manual, tetap menjamin kelangsungan proses demokrasi warga secara transparan, langsung, bebas dan rahasia untuk memilih kepala kampung atau desa.

Hingga, Senin (28/10/2019), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) masih menyiapkan perangkat regulasi, berupa peraturan daerah dan Peraturan Bupati Biak tentang tahapan penyelenggaraan Pilkades serentak 2020. (Ant)

Lihat juga...