hut

Polandia Dukung Indonesia Temukan Solusi Sawit

JAKARTA – Duta Besar Polandia untuk Indonesia, Beata Stoczyska, berharap isu sawit tidak mengganggu proses negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA), yang telah memasuki putaran ke delapan pada Juni 2019.

“Saya berharap, topik itu tidak akan mengganggu agenda ekonomi kedua pihak, terutama saat IEU-CEPA masih dinegosiasikan dan mudah-mudahan dapat segera ditandatangani,” kata Dubes Stoczyska, usai konferensi pers penyelenggaraan Forum Bisnis Indonesia-Visegrád di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Sebagai salah satu negara anggota EU, Polandia harus mengikuti kebijakan blok tersebut, terkait pelarangan masuknya produk minyak sawit asal Indonesia, karena isu kelestarian lingkungan.

Namun dia menegaskan, bahwa negaranya mendukung UE dan Indonesia untuk menemukan solusi terbaik dari persoalan ini, dengan membentuk kelompok kerja yang melibatkan sejumlah ahli dari kedua pihak.

“Pada dasarnya, kelompok kerja itu adalah platform terbaik, jadi mari kita serahkan (solusinya) kepada para ahli,” ujar dia.

Lain halnya dengan Polandia, Duta Besar Hongaria untuk Indonesia, Judit Pach, justru menegaskan dukungannya bagi Indonesia terkait isu sawit.

Dukungan tersebut ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Hongaria, Péter Szijjarto, saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi ,di Budapest pada 17 September 2019.

“Dalam pernyataan persnya, menteri kami menekankan bahwa Hongaria tentu sangat mendukung Indonesia dalam masalah ini. Dalam hal perdagangan, kami sangat mendukung perdagangan bebas,” ujar Dubes Judit.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Szijjarto juga menegaskan, bahwa Hongaria ingin politik internasional dibersihkan dari standar ganda.

Menlu Szijjarto menyampaikan, tidak benar jika organisasi internasional besar mengeluarkan penilaian yang tidak bertanggung jawab.

Menurut dia, penting untuk menegakkan rasa saling menghormati dalam menjalin hubungan internasional.

Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI, Hendra Halim, menyebut Polandia, Hongaria, serta Ceko dan Slowakia yang tergabung dalam Kelompok Visegrád atau V4 secara politis berpihak pada Indonesia dalam merespons isu sawit.

“Empat negara itu termasuk negara yang bandel ya, mereka juga banyak berseberangan dengan (kebijakan) Uni Eropa,” ujar Hendra.

Pemerintah Indonesia melalui Kemlu terus berupaya melakukan pendekatan dengan negara-negara Eropa yang disebutnya “sangat rasional” dalam menyikapi isu sawit itu.

“Contohnya (rasionalitasnya) beberapa negara mereka itu kan masih menggunakan energi tradisional, mereka masih pakai biofuel, bukan listrik,” kata Hendra. (Ant)

Lihat juga...