Polres Cilacap Bekuk Enam Tersangka Pengedar Narkoba

Editor: Koko Triarko

CILACAP – Jajaran Sat Narkoba Polres Cilacap, berhasil mengamankan 482 gram sabu-sabu, serta tembakau gorila dan beberapa butir obat daftar G. Barang terlarang tersebut disita dari enam tersangka yang diberhasil diamankan dalam waktu dan tempat yang berbeda.

Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto, mengatakan, ada enam tersangka yang berhasil diamankan dari lokasi dan waktu yang berbeda. Dan, ada satu tersangka yang masih dalam pencarian, karena yang bersangkutan melarikan diri saat akan ditangkap.

“Total barang bukti yang kita amankan ada 483 gram sabu-sabu, 32,8 tembakau sintek atau tembakau gorila, 274 butir obat daftar G, serta 11 butir peluru senjata laras panjang,” terang Kapolres Cilacap, Senin (28/10/2019).

Enam tersangka yang berhasil diamankan, yaitu Rajun Parsito, warga Desa Klapagading, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Wahyudi Utomo, warga desa Jenang, Kecamatan Majenang, Cilacap, Doni Setiawan, warga Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Boby Abdullah, warga desa-kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap dan Franky Prasetyo, warga Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap.

“Selain enam tersangka yang berhasil diamankan tersebut, ada satu tersangka lagi yang masih dalam pencarian, ia adalah pemilik dari 11 butir peliru laras panjang,” terang Kapolres.

Menurut Kapolres, para tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda-beda. Namun, semuanya ditangkap di wilayah Cilacap dan hanya satu tersangka, yaitu Rajun Parsito, yang ditangkap di wilayah Banyumas.

Para tersangka merupakan pengedar dan pengguna narkoba. Mereka mengaku mendapatkan sabu-sabu dari Jakarta, melalui kurir dan sebagian ada yang dipesan dan dikirim melalui paket pos.

Dari pengakuan tersangka, barang haram tersebut akan diedarkan di wilayah Cilacap dan Banyumas. Beberapa sabu sudah dalam bentuk paketan bungkus kecil siap edar. Untuk satu paket kecil tersebut, biasanya dijual dengan kisaran harga Rp200.000 hingga Rp300.000.

Kapolres menjelaskan, ada tiga kelompok atau jaringan yang terlibat dalam distribusi sabu-sabu tersebut. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyidikan dan sudah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah, untuk melacak jaringan yang kemungkinan juga ada di wilayah lain.

Para tersangka ini, selanjutnya akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2), jo pasal 132 ayat (01) UU nomor 35 tahun 2009 ,tentang narkotika, dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

Lihat juga...