hut

Potret Kemiskinan di Sikka, Tak Mau Merepotkan Mama Paulina Bertahan di Gubuk Reot

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Rumah beratap seng lusuh di RT 12 RW 04 Dusun Gehak Reta, Desa Koting D, Kecamatan Koting, kabupaten Sikka, NTT terlihat tidak terawat dan sangat memprihatinkan. Bambu dinding rumah terlihat mulai terlepas dan tampak miring.

Pintu rumah hanya terbuat dari bambu belah. Sepintas, rumah tersebut seolah tidak berpenghuni. “Saya tidak menikah dan tinggal sendiri di rumah ini. Anak dari saudara saya mengajak untuk tinggal di rumahnya tapi saya tidak mau,” kata Paulina Poing (79), sang pemilik rumah Selasa (15/10/2019).

Paulina Poing (79) memilih hidup sendirian di rumah reot miliknya di dusun Gehak Reta desa Koting D kecamatan Koting kabupaten Sikka,NTT saat ditemui Cendana News, Selasa (15/10/2019) Foto : Ebed de Rosary

Paulina sudah tidak bisa bekerja karena badanya sudah tidak kuat berjalan jauh. Saat diajak berbincang dengan Bahasa Indonesia, Dia masih fasih menjawab berbagai pertanyaan. Dia memilih hidup seperti itu, karena merasa tidak mau membebani siapapun, termasuk pemerintah.

Dia tidak mau meminta bantuan kepada pemerintah, dan memilih tinggal di rumahnya yang sangat tidak layak. “Saya lebih senang tinggal sendiri saja dan tidak mau membani orang lain,” tambah Paulina.

Margaretha Maria Nita, keponakan Paulina mengatakan, sehari-hari Dia memberi beras dan lauk. Mama Paulina memasak sendiri, dan tidak mau dimasakan, kecuali jika sedang sedang sakit. Marni sapaan akrab Maria Nita, bapaknya dan Mama Paulina bersaudara kandung. “Kalau mandi, Mama Paulina ambil air di rumah saya, lalu mandi di rumahnya. Untuk tidur, hanya menggunakan bale-bale bambu saja,” ungkapnya.

Pemerintah di 2017 silam memberikan bantuan Rp250 ribu. Mama Paulina juga mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah pusat. Di 2018 hingga 2019, Mama Paulina mendapatkan bantuan dana Rp3 juta per-tahun. “Uangnya saya ambil dan dipergunakan untuk membeli makanan untuknya serta disimpan untuk biaya berobat,” terangnya.

Saat muda Mama Paulina, bekerja menenun kain dan menggarap kebun dengan menanam padi dan jagung. Tanah yang ditempatnya, diberikan oleh ayah Marni. “Kalau hujan saya bawa mama tua tinggal dengan saya tetapi setelah hujan selesai mama tua minta pulang ke rumahnya lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com