hut

Pria ini Olah Kayu Nangka jadi Perabot Rumah Tangga Menawan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Pemandangan pasar Alok setiap hari Selasa tampak berbeda. Pasar pun lebih ramai dibandingkan hari biasanya dan penjual pun beragam dan berbagai produk mudah ditemui.

Tadias Tadimus, pengrajin perabotan dapur dan perlengkapan makan yang berasal dari desa Iantena kecamatan Kewapante kabupaten Sikka, NTT. Foto : Ebed de Rosary

Di antara para penjual nangka dan sayuran, tampak seorang pedagang perabotan dapur dan perlengkapan rumah tangga. Produk yang dihasilkan pun tergolong unik karena terbuat dari kayu nangka.

“Saya membuat sendiri semua peralatan dapur dan perabotan rumah tangga untuk makan dan minum ini,” kata Tadias Tadimus, pengrajin perlengkapan rumah tangga kepada Cendana News, Selasa (15/10/2019).

Lelaki dari desa Iantena kecamatan Kewapante kabupaten Sikka, NTT ini menggelar dagangannya di sebuah meja kecil yang hanya dilapisi terpal bekas.

Dirinya memajang dulang, senduk, gelas, piring, mangkok tempat sup, senduk kuah serta senduk goreng. Semuanya dibuat dari kayu nangka yang didapatnya dari warga yang menebangnya di wilayahnya.

“Semua kerajinan tangan ini saya buat sendiri. Kayu nangka saya dapat dari warga yang menebangnya,” tuturnya.

Untuk gelas kecil kata Tadias dia menjualnya seharga Rp25 ribu sebuahnya, tempat sup Rp50 ribu, dulang Rp100 ribu serta sendok sayur Rp25 ribu sebuahnya.

Ada juga gelas yang dijual sebesar Rp25 ribu sebuah, tempat sambal Rp40 ribu untuk ukuran sedang sementara yang berukuran besar dijual Rp50 ribu sebuahnya. Piring satu lusin dihargai Rp600 ribu sementara sebuahnya Rp50 ribu.

“Banyak yang beli dan dalam sehari bisa laku sampai Rp800 ribu sampai Rp900 ribu kalau pasar sedang ramai pengunjung. Selain di pasar Alok saya jual di pasar tradisional lainnya,” ungkapnya.

Tadias mengaku menjual di pasar Wairkoja setiap hari Jumat, pasar Talibura setiap hari Sabtu. Selain itu dihari lainnya, dia mengaku menjual dagangan di pasar Alok.

Pemerintah desa kata dia, mau membantu peralatan seperti mesin gerinda dan pahat tapi belum terealisasi. Dirinya berharap pemerintah desa maupun kabupaten bisa membantu peralatan untuk membuat kerajinan tangan ini.

“Saya sudah dua tahun lebih membuat kerajinan tangan ini dan kalau kayu nangkanya habis maka saya mencari orang yang memotong nangka hingga ke desa-desa lain di kecamatan Kewapante,” tuturnya.

Hasil karya Tadias paling banyak terjual ketika menggelar dagangan di pasar Wairkoja setiap hari Jumat. Dirinya bisa mengantongi penghasilan hingga Rp1,5 juta sehari.

Dirinya pun mengaku masih membuatnya sendiri dan tidak mau dibantu oleh orang lain karena kayu nangka terbatas dan sulit cari pekerja yang berjiwa seni untuk membantunya.

“Membuatnya memang butuh ketelitian dan kesabaran sehingga tidak semua orang mau membantu mengerjakannya,” sebutnya.

Fitriana Nona Lodan yang sedang membeli sendok goreng dan sendok sayur mengaku produk dari kayu nangka ini tergolong unik dan belum banyak dimiliki oleh orang.

Selain itu kata Fitri sapaannya, harganya pun lumayan terjangkau dibandingkan dengan produk sejenis yang dijual di toko dimana kayunya pun kuat dan tahan lama.

“Saya membeli sendok kuah dan sendok goreng karena produknya bagus dan tahan lama. Harga jualnya pun relatif dan tidak terlalu mahal tetapi yang membuat saya tertarik karena kualitasnya bagus,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com