Prof Adi Susilo Ungkap Manfaat Energi Geothermal

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Energi panas bumi atau biasa disebut geothermal merupakan salah satu energi baru terbarukan yang kini mulai dilirik sebagai energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang tidak lama lagi akan habis.

Apalagi letak geografis Indonesia yang berada di kawasan ring of fire, menjadikannya sebagai negara dengan energi geothermal terbesar di dunia.

Pakar Ilmu Geofisika Kebencanaan dan Eskplorasi Sumber Daya Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB), Prof. Drs. Adi Susilo, MSi., Ph.D, mengatakan, jika dimanfaatkan secara baik, energi Geothermal atau panas bumi memiliki banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Fungsinya yang pertama adalah menjadi sumber listrik, dimana uap panasnya mampu membantu memutar turbin pembangkit listrik.

“Jika panas bumi menghasilkan uap air, maka uap tersebut dapat langsung digunakan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik. Tetapi jika energi panas bumi yang dihasilkan adalah air panas, maka air panas tersebut harus diinjeksi terlebih dahulu agar menjadi uap air yang kemudian baru bisa dipakai untuk menggerakkan turbin,” jelasnya saat ditemui di gedung Widyaloka UB, Rabu (2/10/2019).

Selanjutnya, geothermal juga dapat dimanfaatkan dalam dunia industri seperti halnya industri perhotelan yang menggunakannya untuk pemanas air kamar mandi. Di sektor pariwisata, energi geothermal juga banyak dimanfaatkan oleh tempat-tempat pemandian air panas yang menggunakan air panas dari geothermal.

“Wisata geothermal ini juga sudah dijalankan di kawasan Kamojang Jawa Barat yang itu sudah berjalan dengan baik dan sampai saat ini tidak pernah bermasalah,” sebutnya.

Jadi memang banyak sekali manfaat dari energi geothermal yang dapat diterapkan, hanya saja permasalahan yang kerap terjadi adalah terkait infrastruktur. Karena memang energi geothermal hanya terdapat di kawasan pegunungan sehingga infrastruktur jalan dan juga kabel-kabel yang membawa listrik tersebut ke arah tepi jalan sangat dibutuhkan.

“Kalau itu sudah bisa ditanggulangi, maka ketergantungan terhadap energi dari minyak bumi dan juga batubara diharapkan bisa berkurang. Kalau bisa berkurang, maka udara akan menjadi lebih bersih karena batu bara dapat mengeluarkan material-material yang sangat berbahaya. Termasuk juga minyak bumi dimana sisa pembakarannya yang berupa asap yang mengandung karbon monoksida cukup berbahaya bagi manusia,” terangnya.

Lihat juga...