hut

Prof. Emil Salim: Bermodal SDM Mumpuni, 2045 Indonesia Lepas Landas

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Program SD Instruksi Presiden (Inpres), yang dilaksanakan pada 1973 hingga 1978, telah berperan besar memberantas buta huruf di Indonesia. Keberadaanya juga telah menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.

Prof. Emil Salim mengatakan, target pemerintah saat ini membawa Indonesia lepas landas di 2045. Program tersebut menjadi jargon yang terus digaungkan. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah seharusnya fokus meningkatkan kualitas SDM. Salah satu menteri di Era Orde Baru tersebut menilai, saat ini kondisi SDM di Indonesia masih belum berubah.

Masih dalam tataran berkembang, yang telah diraih sejak masa Presiden Soeharto, dan oleh pemerintah selanjutnya tidak diteruskan. Di era Presiden Soeharto, dengan program Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita), terdapat gagasan, ide, untuk memajukan pembangunan. Yaitu dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) No.10/1973, tentang Bantuan Pembangunan Sekolah Dasar.

Prof. Emil Salim saat ditemui Cendana News, Senin (21/10/2019) di kediamannya dikediaman Patra Kuningan, Jakarta – Foto M Fahrizal

“Yang menarik, pada era pak Harto, melalui program SD Inpres dari 1973, dan pendidikan untuk semua, Indonesia beranjak dari negara miskin menjadi negara middle income (berkembang) yang dicapai di 1983,” ungkap Emil Salim dalam perbincangan dengan Cendana News, di kediamannya, Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Prof Emil menilai, sampai saat ini kondisi Indonesia masih belum berubah. Masih tetap menjadi negara berkembang. Hal itu disebutnya, harus menjadi perhatian pemerintah saat ini. Dengan kondisi tersebut, diharapkan Prof Emil Salim, prioritas utama pemerintah haruslah meningkatkan kualitas SDM dengan pendidikan. Pembangunan harus bersih dan murni, tanpa campur aduk kepentingan politik. “Dengan demikian, jika ilmu terlepas dari ideologi politik, dan otak menjadi kunci utama, bukan politik, 2045 Indonesia sudah lepas landas,” tandasnya.

Pemerintah diharapkan menguatkan sisi Human Resources Department (HRD), melalui jalur trilogy yang telah dibangun Pak Harto yakni, stabilisasi, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan. “Masa depan adalah ilmu, sains, teknologi. Negara kita ini sains-nya tertinggal, matematikanya tertinggal, dan kurangnya membaca, karena itu sumber daya manusia, pengembangan kualitas seperti yang di ucapkan pak Jokowi beberapa hari lalu sangatlah penting,” tandasnya.

Untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain, solusi yang bisa diterapkan adalah, meningkatkan peranan pendidikan. Pendidikan harus tancap gas, dengan menerapkan modernisasi.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com