hut

Puskesmas di Bandarlampung Diminta Tak Gunakan Obat Tercemar NDMA

Ilustrasi. [Px]

BANDARLAMPUNG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung telah memberikan surat edaran kepada 20 Puskesmas yang berada di kota itu untuk tidak lagi menggunakan obat yang tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA).

“Surat edaran untuk dua puluh Puskesmas yang ada di sini agar tidak memakai Raniditin yang tercemar NDMA, sudah kita buat sejak menerima informasi dari BBPOM untuk tidak gunakan obat itu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung Edwin Rusli, di Bandarlampung, Senin (14/10/2019).

Ia mengatakan, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak apoteker untuk tidak menyebarluaskan lagi obat yang tercemar NDMA kepada pasien maupun masyarakat.

“Kita hanya memberi surat edaran ke Puskesmas, kalau surat ke apotek itu biasanya dari apoteker atau persatuannya yang membuatnya dan melarangnya,” kata dia.

Ia mengatakan untuk sementara jenis obat yang tercemar NDMA yang ada di Puskesmas Bandarlampung saat ini sudah disisihkan dan tinggal menunggu ditarik BBPOM.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PDIAI) Lampung Ardiyansyah, S.S.,M.H.,Apt mengatakan bahwa semua apotek yang ada di Bandarlampung telah diimbau untuk tidak menyebarluaskan lagi jenis obat yang tercemar NDMA.

Ia pun menjelaskan bahwa obat Raniditin merupakan obat lambung dan berdasarkan penelitian BBPOM cemaran itu memang ada namun masih dalam batas toleransi sehingga dapat digunakan.

Akan tetapi, pihaknya pun tidak ingin mengambil risiko dengan menyebarluaskan lagi obat itu karena BBPOM sudah menginstruksikan penarikan obat tersebut berdasarkan rilis dari US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicien Agency (EMA).

“Kita telah imbau baik itu apoteker atau apotek untuk tidak memberikan obat Raniditin kepada masyarakat, sembari menunggu tindak lanjuti dari BBPOM,” katanya. [Ant]

Lihat juga...