hut

Ratusan Pesilat Ikut Ujian Kenaikan Tingkat di Padepokan Pencak Silat TMII

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Pencak silat merupakan warisan budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan. Perkembangan pencak silat terjadi terus, terlihat dengan bermunculannya berbagai perguruan. Salah satunya adalah, Keluarga Pencak Silat Nusantara Jakarta Timur., yang Sabtu (5/10/2019) banyak anggotanya mengikuti ujian kenaikan tingkat.

Anggota Dewan Guru Keluarga Pencak Silat Nusantara Jakarta Timur, Subagia, mengatakan, ada 290 pesilat mengikuti ujian kenaikan tingkat. Selain ujian kenaikan tingkat, mereka juga melantik anggota baru. “Kenaikan tingkat ini adalah wujud nyata pelestarian seni budaya, dan sekaligus menjaring bibit atlet. Kita juga ada pelantikan anggota baru,” kata Subagio kepada Cendana News yang menemuinya di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Materi ujian meliputi, teknik jurus dan seni tarung. Ujian dibedakan menurut sabuk yang disandang oleh peserta. Dengan ujian, diharapkan peserta dapat meningkatkan penguasaan materi di masing-masing sabuk dan tingkatan. Hal itu sangat penting, agar mereka dapat mengembangkan pengetahuan seni gerak di pencak silat. “Ujian ini sesuai tingkatannya, dari sabuk biru menjadi hijau, coklat dan sebagainya sesuai dengan teknik jurus dan seninya,” ujarnya.

Anggota Dewan Guru Keluarga Pencak Silat Nusantara Jakarta Timur, Subagio ditemui di sela-sela ujian kenaikan tingkat di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Sabtu (5/10/2019). Foto: Sri Sugiarti.

Dia berharap, ujian kenaikan tingkat bisa melahirkan kader-kader yang dapat menjadi atlet nasional maupun internasional. Terpenting lagi, para peserta dapat menjadi generasi muda yang sehat jasmani dan rohani, memiliki mental yang kuat, serta berprestasi.

Pencak silat bukan sekedar latihan, tetapi olahraga yang memiliki unsur seni. “Jadi bukan cuma gerak tapi ada uncur seni bela diri. Kami harapkan, ujian dan pelatikan anggota baru ini dapat menumbuhkan cinta budaya sendiri, ya pencak silat ini,” ungkapnya.

Subagio bangga, karena peminat pencak silat terus meningkat. Apalagi sejak Indonesia menjadi tuan rumah Asian Game 2018, dan Indonesia meraih medali emas terbanyak di cabang tersebut. “Pencak silat sekarang dipertandingkan secara dunia. Alhamdulillah minat peserta dari tahun ke tahun meningkat. Banyak anak-anak ingin berprestasi seperti kakak-kakaknya yang meraih emas saat di Asian Games,” ujar Subagio.

Pencak silat merupakan budaya asli Indonesia yang banyak disukai dan negara lain juga mempelajarinya. “Pencak silat ini menumbuhkan karaktet generasi muda yang kuat, percaya diri dan siap mental. Kalau sudah diterapkan dalam jiwa mereka, inshaallah pertumbuhan generasi muda di masa datang akan lebih baik,” jelasnya.

Salah satu peserta ujian kenaian tingkat, Andika (10), mengaku baru pertama kali ikut pelantikan. Dia telah berlatih selama empat bulan. “Degdegan, sebelum dilantik semua peserta baru juga harus tampil memperlihatkan gerakan silatnya,” ujar Andika kepada Cendana News.

Lihat juga...