Ribuan Santri di Bekasi Gelar Kirab HSN 2019

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Ribuan santri dari puluhan pondok pesantren dan elemen, tokoh umat muslim di Bekasi, Jawa Barat, mengikuti  apel dan kirab memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di kota setempat.

Acara yang dipusatkan di lapangan plaza Pemkot Bekasi, dihadiri Ketua MUI, PCNU, Muhamadiyah, dan elemen organisasi muslim, dan diikuti ribuan santri dari segala umur, baik remaja hingga dewasa.

“Data ada sekira 5.600 santri yang memeriahkan kirab Santri bersamaan dengan HSN 2019. Mereka dari 50 Ponpes yang berhimpun di dalam forum ponpes di Kota Bekasi,” ujar M. Jufri, ketua Panitia penyelenggara, Sabtu (26/10/2019).

M Jufri Ketua GP Ansor Bekasi, sekaligus ketua panitia, menjadi pembina upacara pad Apel HSN 2019 di Bekasi, Sabtu (26/10/2019). –Foto: M Amin

Dikatakan, sebelumnya berbagai kegiatan sudah dilaksanakan dalam rangka memperingati HSN 2019. Antara lain, lomba futsal, baca kitab, hadroh, paduan suara, pidato dan mewarnai.

Menurutnya, peserta yang mengikuti kirab santri dalam rangka peringatan HSN 2019 didominasi dari wilayah Kecamatan Jatiasih, Jatisampur dan Pondokmelati. Dari 12 kecamatan, Ponpes di Bekasi memang terbanyak berada di wilayah tersebut.

Peringatan HSN 2019 tingkat  Kota Bekasi diawali  pawai ta’aruf yang dilepas Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati. Para santri ini berduyun-duyun berjalan kaki dari Alun-alun Kota Bekasi di jalan Veteran menuju lokasi upacara HSN 2019 di Kantor Wali Kota Bekasi, di jalan Ahmad Yani.

Para santri terlihat antusias, bahkan banyak yang membawa spanduk HSN 2019 dan lengkap dengan bendera dari masing-masing pesantren.

HSN 2019 mengusung isu perdamaian dunia, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatalilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama.

Dilanjutkan Upacara HSN 2019, dengan pembina upacara Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto, dan pemimpin upacara Ketua GP Ansor Kota Bekasi, sekaligus sebagai ketua panitia, M Jufry.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam peringatan HSN 2019 membacakan sambutan Menteri Agama RI, bahwa HSN 2019 mengambil tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”.

“Hari santri adalah representasi resolusi jihad dan tujuan nasional Indonesia maju dan sejahtera, dan bagaimana kita meneruskan semangat kemerdekaan Indonesia yang sudah luar biasa sampai sekarang ini. Menjunjung nilai luhur Pancasila, UUD 1946, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Ini menjadi ruhnya santri Indonesia,” kata Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Tri Adhianto juga berharap, santri di Kota Bekasi juga mendukung perdamaian dunia. Bersama bisa menepis isu negatif yang bisa mengakibatkan disharmonisasi di antara sesama umat dan antar umat beragama.

“Ini momentum yang sangat baik, menjadi refleksi diri kita untuk evaluasi dan kembali menjunjung keutuhan bangsa dan negara Indonesia. Kita harap, Kota Bekasi masyarakatnya selalu damai dan saling menghormati,” pungkasnya.

Hari Santi Nasional ditetapkan Pemerintah jatuh pada setiap 22 Oktober. Hal tersebut merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik pada 10 November 1945 di Surabaya, yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Lihat juga...