hut

Ribuan Umat Katolik Kunjungi Ngison Nando, Lakukan Devosi Rohani

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Selama bulan Oktober kunjungan ke destinasi wisata rohani Ngison Nando capai ribuan orang.

Suster Bernada, HK, kepala rumah khalwat Ngison Nando menyebut bulan Oktober dikenal sebagai bulan Rosario. Rosario atau tasbih untuk berdoa menjadi sebuah devosi untuk ungkapan iman bagi umat Katolik.

Fasilitas stasi jalan salib yang digunakan sebagai bagian devosi kerap dikunjungi sepanjang bulan Oktober.

Suster Bernada, HK, kepala biara atau rumah khalwat Ngison Nando Kalianda yang ramai dikunjungi saat bulan Oktober sebagai bulan Rosario, Minggu (20/10/2019) – Foto: Henk Widi

Suster Bernanda, HK mengungkapkan sesuai data sudah ada sekitar 5.000 pengunjung datang untuk ziarah. Jumlah tersebut akan bertambah saat akhir bulan karena setiap hari Minggu pengunjung berasal dari wilayah Lampung, Jakarta dan Jawa Barat.

Sebagian pengunjung yang berziarah menurutnya menginap di rumah khalwat selama dua hari saat akhir pekan. Pengunjung sebagian datang dengan motor, kendaraan pribadi dan bus.

Pengunjung umumnya melakukan devosi dengan berjalan kaki sembari berdoa rosario. Devosi rohani menurutnya menjadi bagian ungkapan iman umat Katolik melalui bunda Maria.

Fasilitas devosi jalan salib sebanyak 14 perhentian atau dikenal jalan sengsara (via dolorosa) menempuh jarak ratusan meter. Meski jarak cukup jauh namun pepohonan rindang dan suasana sunyi membawa kekhusukan bagi umat yang berdevosi.

“Kunjungan paling banyak pada akhir pekan Sabtu dan Minggu, sebab para pengunjung yang berziarah mengajak serta pendamping rohani sesudah kegiatan devosi dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi,” ungkap Suster Bernada, HK saat ditemui Cendana News di rumah khalwat Ngison Nando, Minggu (20/10/2019).

Umat Katolik berdevosi jalan salib di rumah khalwat Ngison Nando, Minggu (20/10/2019) – Foto: Henk Widi

Kegiatan devosi pada bulan Rosario menurut Suster Bernada kerap telah berkomunikasi dengan pengelola rumah khalwat. Sebab sebagai lokasi wisata rohani lokasi tersebut tidak menyediakan lokasi untuk berjualan.

Sebagai gantinya pengelola rumah retret menyediakan kebutuhan makan, minum dan fasilitas lain. Bagi peziarah yang melakukan rekoleksi dengan menginap sejumlah fasilitas untuk rekoleksi atau refleksi juga telah disediakan.

Selain akhir pekan dengan kunjungan rata-rata ratusan orang, wisata rohani di rumah khalwat Ngison Nando berlangsung setiap hari. Umat Katolik yang berziarah disebutnya akan menjalani prosesi devosi dari perhentian 1 hingga 14.

Pada perhentian 14 yang merupakan tempat Yesus dimakamkan merupakan sebuah goa. Goa tersebut dibuat seperti di dalam tanah sehingga menjadi tempat merefleksikan hidup.

“Perhentian ke-14 yang dibuat seperti makam Yesus saat disalibkan merupakan sebuah goa menjadi tempat perenungan sebelum ke goa Maria,” ungkap Suster Bernada HK.

Para pengunjung yang berziarah pada Minggu (20/10) dominan berasal dari Jakarta, Bekasi dan Jawa Barat. Peziarah menurutnya akan melakukan kunjungan wisata rohani sekaligus sejumlah objek wisata di Lampung.

Membludaknya kunjungan wisatawan rohani di rumah khalwat Ngison Nando membuat sejumlah lokasi parkir penuh. Pengamanan dari personel kepolisian Polsek Kalianda disebutnya dilakukan bersamaan dengan 100 tahun Minggu Misi Sedunia.

Agustinus, salah satu peziarah asal Paroki Unit Pastoral Bakauheni menyebut bulan Oktober menjadi bulan devosi. Sebelumnya ia kerap mengajak istri dan ketiga anaknya berziarah ke La Verna di Pringsewu.

Agustinus (kiri) dan keluarganya melakukan ziarah ke rumah khalwat Ngison Nando, Minggu (20/10/2019) – Foto: Henk Widi

Tahun ini bulan Oktober sebagai bulan Rosario sekaligus Minggu Misi Sedunia menjadi kesempatan untuk mengajari anak-anak keutamaan dalam agama Katolik.

“Wisata rohani ke rumah khalwat sekaligus mengenalkan anak-anak akan hidup membiara melalui pertemuan dengan suster atau biarawati,” tuturnya.

Melalui wisata rohani ia juga mengajari anak-anaknya tata cara devosi jalan salib sembari berdoa rosario. Keutamaan iman dalam gereja Katolik yang diwujudkan dalam devosi menurut Agustinus harus dikenalkan sejak dini.

Meski devosi dilakukan dengan berjalan kaki, suasana lingkungan rumah khalwat Ngison Nando di perbukitan cukup sejuk dan dingin. Usai devosi jalan salib ia bisa mengajak keluarganya berdoa di goa Maria yang ada di tempat tersebut.

Lihat juga...