hut

Rutin ke Posbindu Cegah Penyakit Tidak Menular

JAKARTA – Penelitian menunjukkan orang dengan kondisi pradiabetes atau memiliki potensi terkena penyakit gula darah, masih bisa kembali normal dengan mendatangi Pos Binaan Terpadu (Posbindu), melakukan pengecekan kesehatan dan pencegahan.

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp.PD., mengatakan orang yang telah dalam kondisi pradiabetes memiliki kemungkinan kembali normal dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin selama tiga bulan di Pos Binaan Terpadu (Posbindu).

“Di Bogor, dilakukan penelitian mengenai penyakit tidak menular yang dimulai pada 2010 dan akan selesai 2020. Saat diikuti, peserta yang masuk kategori pradiabetes 60 persennya balik normal dalam masa pengamatan empat sampai lima tahun,” kata dia, di acara Forum Merdeka Barat di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Alasan kuatnya, kata Prof. Pradana, sebanyak 5.000 orang yang diteliti rutin mendatangi Posbindu dalam tiga bulan. Walaupun penelitian tersebut belum selesai, Pradana berasumsi, bahwa dengan mendatangi Posbindu bisa mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular.

“Bisa dikatakan, ini salah satu bukti kalau kita mengunjungi Posbindu secara rutin bisa mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular,” kata dia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Cut Putri Arianie, mengatakan, hingga saat ini sudah terdapat sekitar 55.000 Posbindu yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemenkes menargetkan untuk membuat minimal satu Posbindu pada satu desa.

Posbindu tersebut merupakan langkah yang dilakukan Kementerian Kesehatan untuk mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) di masyarakat, dengan tujuan menekan angka penderita PTM tersebut.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Posbindu minimal adalah pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, dan gula darah. Setelah itu, kader di Posbindu akan memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap kondisi kesehatannya.

Kementerian Kesehatan kini memperluas Posbindu ke kalangan mahasiswa melalui kerja sama dengan empat perguruan tinggi, dengan program yang diberi nama Kampus Sehat.

Program Kampus Sehat sama halnya dengan Posbindu yang ditempatkan di setiap fakultas perguruan tinggi. Universitas yang memulai Kampus Sehat adalah Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Andalas, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Perluasan deteksi dini penyakit tidak menular dimaksudkan untuk menjaga bonus demografi sumber daya manusia Indonesia, dengan mengendalikan faktor risiko penyakit di kalangan mahasiswa. (Ant)

Lihat juga...