hut

Sam Olah Sampah Jadi Karya Seni

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Keberadaan sampah masih menjadi momok bagi sebuah wilayah, termasuk desa Koja Doi kecamatan Alok Timur, kabupaten Sikka, NTT, terutama saat musim hujan dan badai. Hal ini mengingat wilayah desa wisata ini berada di kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Maumere yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya.

Beruntung desa ini memiliki seorang warga yang sangat peduli kebersihan. Saban hari di waktu senggang tiada kesibukan pentas, Samyadin (35) selalu menyempatkan diri memungut sampah di pesisir pantai dan menata destinasi wisata.

“Kalau ingin menjadi desa wisata maka wilayah kita harus terbebas, termasuk sampah plastik,” kata Sam, sapaannya,Selasa (8/10/2019).

Tata Bukit Batu

Suami Dwi Andiyani ini tanpa disuruh membersihkan sampah di pesisir utara pulau eksotik Koja Doi. Selain plastik, bangkai kapal kayu yang ada di pantai ini pun dia singkirkan.

Saban malam, pria yang piawai bermain berbagai alat musik ini pun selalu berada di destinasi wisata bukit batu purba. Dirinya melakukan penataan dengan menyusun bebatuan dan membuat berbagai tulisan di papan kayu.

“Saya biasanya melakukan penataan di bukit batu kalau tidak ada panggilan bermain musik di pesta-pesta. Kadang bisa sampai subuh baru pulang ke rumah,” tuturnya.

Pada pohon beringin di puncak bukit batu, Sam menatanya dengan memasang ayunan. Sampah-sampah plastik yang dibuang pengunjung seperti botol minuman pun dipilihnya.

Putera pasangan Ode Ma’rufi dan Suciati…

Lihat juga...