hut

SDI Baniatul Kholidiyyah, Gratiskan SPP Siswa

Editor : Mahadeva

BEKASI – Tidak semua sekolah swasta berbiaya mahal. Seperti yang terjadi di SD Berbasis Islam Baniatul Kholidiyyah, yang ada di Jalan Sosial No.6 Kelurahan Jatiwaringin, Pondokgede Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sekolah tersebut, menggratiskan biaya pendidikan bagi siswanya. SD Islam Baniatul Kholidiyyah, awalnya dikenal sebagai sekolah inpres. Tapi oleh pemilik yayasan, hal tersebut dibantah. SD baniatil Kholodiyyah disebut, murni milik pribadi, dan tertera dalam akte notaris yang didirikan atas nama Baniyatul Kholidiyah.

“Saya juga heran, pernah ada surat yang datang tertujunya ke SD Inpres Baniyatul Khollidiyah. Atas hal tersebut saya juga sudah menghadap ke Disdik mempertanyakan kenapa SD Islam milik yayasan kami tersebut disebut SD Inpres,” ujar Warda, Ketua Yayasan Baniyatul Kholidiyah, kepada Cendana News, Kamis, (17/10/2019).

Dia juga mengakui, melaluin mesin pencarian google, SD Islam Baniyatul juga disebut sebagai SD Inpres. Dari analisa Warda, hal tersebut dimungkinkan karena usia sekolah yang sudah ada sejak 1992. Sehingga lebih dikenal sebagai SD Inpres.

Warda, Ketua Yayasan Baniyatul Kholidiyah, ditemui Cendana News, Kamis, (17/10/2019) – Foto M Amin

Terlepas dari nama SD Inpres dan SD Islam, Warda, sebagai anak dari pemilik yayasan menyebut, kurikulum di sekolah yang dikembangkan sama dengan SD swasta atau negeri lainnya. Yang menjadi pembeda, ada mata pelajaran tambahan khusus Agama Islam. “SD Islam ini, memiliki kelebihan setiap jumat ada tuntutan Salat dhuha, kemudian ada mata pelajaran bahasa arab, fiqih dan bahasa ingrisnya,” tutur Warda.

Warda mengelola sekolah sejak tiga tahun lalu. Di awal pengelolaan, hanya memiliki 28 siswa. Tetapi sekarang, jumlah peserta didik sudah mencapai 45 orang, total dari siswa kelas satu sampai enam. SD Baniyatul Kholidiyah diklaim hadir, untuk menjembatani keluarga ekonomi menengah ke bawah di wilayah Bekasi. Mereka yang tidak diterima di SD Negeri, bisa sekolah gratis di SD tersebut. Sekolah tersebut mendapatkan dana BOS untuk operasional sekolah.

Sementara pendapatan dewan guru, masih murni ditanggung dari yayasan. Selain didapatkan dari donator, juga melakukan upaya orang tua asuh. “Memang sampai sekarang belum ada donatur yang mengikat. Gratis dimaksud hanya SPP, tapi saat daftar dikenakan biaya Rp500 ribu, untuk biaya seragam batik dan kaos olahraga,” tandasnya.

Setelahnya, siswa tidak ada lagi dikenakan biaya. Ada 11 guru yang bertugas di sekolah tersebut. Kelebihannya siswa bisa mendapat perhatian dari guru mengingat keterbatasan jumlah peserta didik. “SD Islam, menerima siswa pindahan atau putus sekolah. Tapi untuk putus sekolah harus dilihat latar belakangnya dan konsultasi dengan pengawas sekolah tentunya,” pungkas Warda.

Lihat juga...