hut

Selamatkan Lingkungan, Limbah RPH Dijadikan Pupuk Organik

Editor: Mahadeva

SITUBONDO –Limbah, adalah momok bagi lingkungan. Tidak terkecuali limbah Rumah Potong Hewan (RPH), yang selama ini juga menjadi beban bagi lingkungan di sekitarnya. 

Namun dengan pengolahan yang baik, ternyata limbah RPH bisa bermanfaat. Caranya dengan mengolah limbah RPH dan kotoran sapi, menjadi pupuk organik dengan alat pengolah pupuk organik (APPO). “Mayoritas permasalahan RPH, masalah klasik. Yaitu tidak bisa mengolah limbah dengan baik,” kata Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan), M. Hasanuddin Riwansia, di sela mengolah pupuk organik, Rabu (9/10/2019).

Udin, sapaan akrab M. Hasanuddin Riwansia mengemukakan, selama ini peternak sudah mengetahui cara mengolah limbah RPH dan kotoran sapi. Akan tetapi, belum mengelola secara optimal. Padahal, jika dikelola dengan baik, selain bisa menghasilkan rupiah juga bisa menyelamatkan lingkungan. “Estimasinya, seekor sapi dengan isi rumennya, bisa menghasilkan 50 kilogram dalam setiap hari. Kalau 10 ekor sapi, kan bisa setengah ton,” jelasnya.

Menggunakan alat APPO, Disnakkeswan Situbondo memanfaatkan limbah RPH dan kotoran sapi. Saat ini produksi pupuk organik rata-rata satu ton setiap harinya. Sejalan dengan program pemerintah, yang berkeinginan menghijaukan lahan pertanian Situbondo secara serentak dan besar-besaran, memanfaatkan pupuk organik. “Pupuk organik ini kebijakan pemerintah daerah, setelah tahu bahwa pertanian kita miskin unsur hara. Untuk meningkatkan unsur hara, menggunakan pupuk organik,” terang Udin.

Sangat mudah memasarkan hasil olahan pupuk organik. Apalagi, jika dipasarkan kepada mereka yang memelihara tanaman hobi atau tanaman hias. Hanya saja, mindset kebanyakan orang yang sulit diubah untuk memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk organik.  “Kita agak kesulitan memproduksi pupuk organik dalam jumlah besar, ketika para peternak ataupun petani masih belum mampu dan belum mau mengolah limbah ternaknya menjadi pupuk organic. Perlu diklat bagi para petani dan peternak, bagaimana cara mengolah pupuk organik,” imbuhnya.

Selama ini, petani cenderung menggunakan pupuk kimia yang justru merusak unsur hara tanah. Akibatnya, biaya produksi tinggi karena petani harus menambah jumlah pupuk kimia pada tanamannya. Padahal, cara mengatasinya cukup menggunakan pupuk organik. “Pupuk kimia berdampak kepada kelangsungan dan mengurangi angka harapan hidup mahluk hidup,” tandas Udin.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com