Serunya ‘Science Show’ Spektakuler di TMII

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Ruang auditorium Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP- IPTEK) Taman Mini Indonesia Indah (TMII) begitu riuh terhiasi kegembiraan anak-anak SDS Pertiwi Bangdes, Pejaten Barat, Jakarta Selatan.

Mereka terlihat sangat antusias menyaksikan Science Show Spectacular bertema Nitrogen Cair.

Aksi yang dipandu oleh Cipto Dwi Cahyo ini memperagakan Ketel Teriak. Yaitu, percobaan dengan teko yang dimasukkan nitrogen cair, sehingga menghasilkan suara keras seperti berteriak.

“Ketel kan biasa kita pakai buat masak air. Mungkin orang nggak ada yang tahu nitrogen cair itu panas atau dingin. Jadi ketika kita masukkan ketel dalam nitrogen cair, otomatis ketel berbunyi,” kata Cahyo saat memandu Science Show Spectacular di Auditorium PP-IPTEK TMII, Jakarta, Kamis (31/10/2019) sore.

Pemandu Science Show Spektakuler, Cipto Dwi Cahyo (kiri) dibantu ibu guru Nani sedang membuat es krim nitrogen cair di auditorium PP-IPTEK TMII, Jakarta, Kamis (31/10/2019) sore. Foto: Sri Sugiarti

Bunyi itu jelas dia, karena salah satu fungsi nitrogen cair adalah mudah menguap. Kemudian orang akan mengira kalau ternyata nitrogen cair itu panas. “Setelah kita coba, kita pegang ternyata nitrogen cair itu dingin,” ujarnya.

Berlanjut aksi kedua yakni percobaan plastisin atau lilin mainan yang dicampurkan dengan nitrogen cair. Sehingga membeku, lalu dibanting hingga pecah berkeping-keping.

“Kira-kira nitrogen cair berbahaya atau nggak bagi anggota tubuh? Seperti yang terlihat plastisin setelah dimasukkan ke nitrogen cair?” tanya Cipto kepada para siswa tersebut.

“Berbahaya Kak, itu lilin saja beku dan pecah berkeping saat dibanting,” jawab salah satu siswa.

“Nah, kita jadi tahu nitrogen cair itu berbahaya bagi tubuh. Karena suhunya yang minus 196 derajat celsius,” ujar Cipto.

Percobaan selanjutnya adalah biskuit asap. Lalu Cipto mengambil satu buah biskuit dan  dicampur dengan nitrogen cair sehingga menjadi sangat dingin.

“Jika kita konsumsi berbahaya atau tidak biskuit yang telah dicampur nitrogen cair,” tanya Cipto. “Berbahaya Kak,” jawab salah satu siswi.

Cipto pun meminta salah satu siswi tersebut naik ke atas panggung untuk melihat langsung percobaan biskuit asap.

Lalu biskuit itu dimasukkan dalam nitrogen cair, dan diaduk rata. Kemudian tunggu hitungan detik, biskuit lalu diangkat dan tiriskan. Setelah itu, biskuit boleh dimakan.

“Coba biskuitnya dimakan, enak nggak?” kata Cipto. “Hmmm. Enak Kak, biskuitnya kok bisa ya nggak beracun kan?” tanya siswa itu.

Cipto pun menjelaskan, bahwa biskuit yang telah tercampur nitrogen cair ini tidak berbahaya jika dikonsumsi.

“Kalau dimakan, biskuit ini tidak bahaya bagi tubuh kita. Salah satu sifat nitrogen cair itu menguap. Dan tinggal kita tunggu menguap menjadi gas lagi. Jadi biskuit ini sudah tidak ada nitrogen cairnya, jadi bisa kita makan,” ujarnya.

Mereka pun secara bergantian memakan biskuit tersebut. Biskuit yang mereka makan itu mengeluarkan asap dari mulut.

“Makan biskuit ini bikin anak senang karena saat mengunyah kan keluar asap dari mulut mereka,” ujar Cipto.

Terakhir percobaan membuat es krim dari nitrogen cair. Caranya, bahan es krim dicampurkan dengan nitrogen cair, lalu aduk-aduk merata hingga dingin dan siap untuk disantap.

“Percobaan bikin es krim ini buat seru-seruan saja, ternyata nitrogen cair selain buat pelajaran bisa dikonsumsi atau dijual untuk bikin es krim,” ungkapnya.

Menurutnya, es krim nitrogen cair ini sudah banyak dijual di mal-mal di Jakarta.

“Jadi nitrogen cair ini dipakai untuk mendinginkan membuat bahan-bahan es krim jadi dingin membeku,” ujarnya.

Science Show Spektacular ini bertujuan untuk edukasi memperkenalkan nitrogen cair kepada pengunjung Museum PP-IPTEK TMII.

“Ya kan banyak yang tidak tahu nitrogen cair itu apa. Bahkan ada yang belum pernah lihat. Nah mereka bisa saksikan percobaan apakah nitrogen cair ini berbahaya atau tidak bagi tubuh kita. Bagaimana jika tercampur makanan dan lainnya,” kata Cipto kepada Cendana News ditemui usai acara.

Direktur PP-IPTEK, Mochammad Syachrial Annas, mengatakan, Science Show Spectacular ini merupakan salah satu program reguler di PP-IPTEK yang menampilkan percobaan sains spektakuler, menyenangkan, dan mudah dimengerti.

Direktur PP-IPTEK, Mochammad Syachrial Annas, saat ditemui di PP-IPTEK TMII, Jakarta, Kamis (31/10/2019) sore. Foto: Sri Sugiarti

Percobaan nitrogen cair ini merupakan demo edukasi yang diberikan bagi anak-anak.

“Ini atraksi langsung bikin es krim pakai nitrogen cair. Beberapa menit diaduk rata, jadi es krim. Ini unsur nitrogen cair bahwa kimia itu bisa dibuat macam-macam,” ujar Syachrial kepada Cendana News di saat Science Show Spektacular berlangsung.

Lihat juga...