hut

Sirukogalar, Solusi Penanganan ODGJ melalui Cara Pasung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MATARAM – Dalam proses penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di tengah masyarakat, seringkali dilakukan dengan cara dipasung, yang selain tidak bisa menyembuhkan juga bisa menimbulkan rasa sakit bagi masyarakat dengan status ODGJ.

“Sistem Rujukan Komunikatif Tiga Pilar (Sirukogalar) merupakan inovasi sistem yang mendukung perawatan primer dalam memberikan layanan kesehatan mental ODGJ, tanpa harus dipasung,” kata Direktur Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma (RSJMS) Provinsi NTB, Dr. Evy Kustini Somawijaya, di Mataram, Rabu (23/10/2019).

Penanganan pasung pada ODGJ dengan harapan dapat menurunkan tindakan pasung. Sehingga mampu dirawat di berbagai layanan kesehatan melalui konsumsi obat secara rutin dan pastinya dapat diterima oleh keluarga dan masyarakat. Dengan tujuan ODGJ sehat berdaya produktif.

Evy mengatakan, sistem rujukan tiga pilar ini akan memperkuat komunikasi antara RSJ, Puskesmas dan masyarakat baik melalui kader kesehatan jiwa maupun langsung pada pasien dan keluarga tidak terputus.

“Sehingga terapi dapat terpantau dengan baik dan perkembangan pasien pasca pasung rawat dapat dipantau dengan baik,” katanya.

Pengembangan sistem Sirukogalar juga untuk memonitoring pengobatan pasien pasca-rawat, dengan demikian pihak rumah sakit dapat mengontrol risiko kambuh atau dipasung lagi.

Suasana di Gedung RSJ Mutiara Sukma Mataram, Rabu (23/10/2019) – Foto: Turmuzi

Berdasarkan data dari RSJMS NTB, jumlah pasien pasung hasil penjangkauan berdasarkan kabupaten kota sampai dengan 30 September 2019 sebanyak 56 kasus pasung. Meningkat dibanding kasus pasung yang terjadi pada tahun 2018 yang hanya sebanyak 20 kasus.

Namun, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya mengalami penurunan yang sangat jauh. Bahkan sebanyak 332 kasus pasung terjadi di tahun 2013 silam.

“Manfaat Sirukogalar bagi petugas kesehatan, mereka lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa dan rujukan pasien dapat dimonitor oleh puskesmas sampai rujuk balik dengan perawatan lanjutan di rumah,” tuturnya.

Selain itu, sistem ini juga dapat dimanfaatkan untuk menurunkan masalah kesehatan jiwa secara lebih luas lagi. Masalah kesehatan jiwa semakin luas dan beragam, pasung, ODGJ dan Tentamen Suicide (percobaan bunuh diri) menjadi masalah utama.

Kunci utama untuk mencegah kekambuhan dan mendukung keberhasilan perawatan hingga pasien sehat, berdaya dan produktif adalah keberlanjutan pengobatan.

Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, sebelumnya mengatakan, kasus pasung menjadi masalah kemanusiaan dan sosial yang harus diminimalisir. Sehingga Pemerintah terus berupaya menargetkan NTB bebas pasung ke depan.

RSJ Mutiara Sukma diharapkan untuk terus memperkuat sosialisasi serta komunikasi antara tim psikiater atau melalui tim ACT RSJ dan atau kelompok dari tiap puskesmas yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota se-NTB.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com