hut

Siswa SLB Bundaku Bekasi Masih Gunakan Ruang Kelas Rusak

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Luar Biasa (SLB) C Pariwisata Bundaku di Taman Wisma Asri, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, masih menggunakan tempat lama dengan kondisi ruangan yang sudah rusak, akibat atapnya runtuh dimakan usia.

Mereka belum menempati tempat baru yang difasilitasi RW setempat, meski sebelumnya sudah mendapat izin pinjam pakai  yang direkomendasikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan jajaran RW setempat, untuk menggunakan salah satu ruangan di aula milik RW 11,  Taman Wisma Asri Kelurahan Teluk Pucung Bekasi Utara.

“Sabtu kemarin sudah ada kesepakatan, bahwa peserta didik SLB C  Bundaku sementara menempati ruangan fasilitas RW 11 melalui sistem pinjam pakai. Syaratnya saya harus membuat surat izin ditujukan ke RW dan ditembuskan ke tujuh RT, itu sudah dilakukan,” ujar Reni, kepada Cendana News, Senin (14/10/2019).

Peserta didik SLB C Pariwisata Bundaku, di kompleks Taman Wisma Asri, Kelurahan Telukpucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi, tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar di tempat ruangan seadannya, akibat runtuhnya atap karena dimakan usia, foto diambil Senin (14/10/2019). –Foto: M Amin

Bermodalkan kesepakatan tersebut, Kepala Sekolah SLB C Bundaku, Angraeni Puspasari, sudah meminta tukang untuk menyekat ruangan fasilitas RW 11, agar bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar oleh peserta didik secepatnya, mengingat keterbatasan ruang kelas di lokasi sekarang.

Tetapi, sekat tersebut oleh mantan RW sebelumnya dibongkar dan dibuang begitu saja di halaman fasum RW. Untuk itu, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, maka berinisiatif tetap menggunakan ruang milik SLB Bundaku, walau dengan kondisi memprihatinkan.

“Sebenarnya, Pak Lurah Teluk Pucung secara lisan sudah menyuruh tetap menggunakan fasilitas RW setempat. Tapi, saya khawatir kalau belum ada izin tertulis, karena sebelumnya di depan kepala dinas pendidikan langsung memberi izin, tapi mereka tetap berani bongkar sekatan yang saya dibuat,” ujar Reni.

Menurutnya, banyak hal yang dipertimbangkan, karena peserta didik di SLB C Bundaku terdiri dari anak luar biasa dari tingkah dan lainnya. Dia  juga  mengaku menunggu pihak kecamaan dan kelurahan untuk datang ke sekolah tersebut, tapi belum hadir.

“Saat ini hanya bisa pasrah, dibantu alhamdulillah, tidak pun tidak masalah, karena SLB C  Pariwisata Bundaku, selama ini sudah mandiri,” tukasnya.

Terpisah, Lurah Teluk Pucung, Muhammad AR, mengakui bahwa semua persoalan terkait penggunaan fasilitas RW 11 di Taman Wisma Asri untuk SLB C Bundaku, sudah selesai. Dan, mereka boleh menempati ruangan RW setempat.

Kepala sekolah SLB C Bundaku, Anggraeni Puspasari, saat ditemui, Senin (14/10/2019). –Foto: M Amin

“Sebelumnya ada misskomunikasi dengan mantan RW sebelumnya, maka sekatan dibongkar. Tapi sudah dikumpulkan dari RT 1 sampai 7, sudah kumpul dan sepakat memberi pinjam pakai ruangan fasilitas RW 11 tersebut,” ungkap AR.

Dia juga sudah memberi solusi, jika ruangan milik RW tersebut tidak diperbolehkan untuk kegiatan SLB C Bundaku. AR mengaku sudah menawarkan untuk menggunakan aula di Kelurahan Teluk Pucung.

“Sudah selesai semua, sekarang sedang dibuatkan berita acara untuk disampaikan kepada Kecamatan Bekasi Utara,” pungkas Muhammad AR.

Lihat juga...