hut

SMK PGRI Malang Aplikasikan Teknologi di Kurikulum Sekolah

Editor: Mahadeva

JAKARTA – SMK PGRI 3 Malang, tumbuh menjadi sekolah yang menerapkan aplikasi teknologi di dalam kurikulum pendidikannya. 

Guru Pengajar Teknik Elektronika SMK PGRI 3 Malang, Ahmad Mursid ST, menyatakan, tujuan dari kurikulum tersebut, untuk memberikan kesempatan kepada siswa lebih berkapasitas menuju era industri 4.0. “Kita punya 14 jurusan, dengan siswa perangkatan sekitar 870 orang. Sistem yang kami pergunakan adalah sistem sharing. Tidak ada guru dan murid, hanya saling sharing ilmu pengetahuan. Salah satunya yang kita implementasikan adalah  3D Printing ini,” kata Ahmad saat ditemui di Orbit Habibie Festival di JIE Kemayoran Jakarta, Jumat (18/10/2019).

3D Printing, merupakan teknologi yang memungkinkan mencetak suatu benda dalam bentuk tiga dimensi.  “Kalau selama ini kita print di kertas yang sifatnya satu dimensi. Dengan teknologi, gambar yang sudah kita bikin di komputer, lalu kita slicing, merubah bentuk dot stl ke G-Code, yang memiliki sumbu xyz,” paparnya.

Setelah dari G-Code, baru dimasukkan ke dalam mesin printing 3D. “Bahannya ini disebut filamen. Mesin ini memiliki ukuran yang berbeda-beda. Kalau yang kami miliki dimensinya 40 sentimeter,” ujar Ahmad seraya menunjukkan salah satu lampu hias  hasil karya anak muridnya.

Guru Pengajar Teknik Elektronika SMK PGRI 3 Malang Ahmad Mursid, ST saat ditemui di Orbit Habibie Festival di JIE Kemayoran Jakarta, Jumat (18/10/2016) – Foto Ranny Supusepa

Hasil dari 3D Printing digabungkan dengan berbagai bentuk, misalnya pada mata pelajaran Robotik. “Kalau harus beli robotnya mahal. Jadi kita ajarkan kepada para siswa untuk membuat dulu robotnya nanti setelah jadi, baru dipasang mesin. Ini adalah beberapa hasil 3D Printing yang sudah diberi mesin,” kata Ahmad sambil menunjukkan karya lain dari siswanya.

Dalam suatu projek, para siswa akan membentuk kelompok yang beranggotakan dua orang dengan latar belakang disiplin ilmu berbeda dan tingkat kepahaman yang berbeda. “Biasanya kita pisahkan yang programmer dengan mekanik. Atau yang sudah lebih tinggi pemahamannya dengan yang biasa saja. Sehingga bisa saling membantu dalam memahami teknologinya,” urainya.

Masuknya teknologi 3D Printing dalam kurikulum SMK PGRI 3 Malang, dimulai di 2016 lalu. “Saat itu kami mendapatkan pelatihan dari kementerian dan saya dikirim ke Singapura untuk mempelajari 3D Printing,” paparnya.

Dari 3D Printing ini,  pengembangan dilakukan ke produk smarthome. Yang salah satunya hasil produk para siswa adalah Telco atau Telegram Electronic Control. “Telco ini memungkinkan pemilik rumah untuk mengontrol instalasi listrik di rumahnya baik secara offline, yaitu dengan menggunakan saklar atau dengan sistem online, yaitu menggunakan jaringan internet,” tandas Ahmad.

Pemasaran hasil karya mereka saat ini masih berupa modul yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan pengajaran terkait teknologi maupun elektronik. “Ada beberapa SMP binaan kami yang menggunakan modul ini. Misalnya, yang punya ekskul robotik, biasanya akan meminta modul dan juga mentor untuk aktivitasnya,” ucap Ahmad.

Untuk rekanan industri sudah ada sekira 100. SMK PGRI 3 Malang mampu memberikan SDM yang dibutuhkan industri dan melakukan sharing teknologi. “Jadi kita memperkenalkan teknologi ini kepada mereka, sekaligus menawarkan jika mereka membutuhkan produknya. Rekanan industri juga bisa melihat nilai lebih dari siswa kami,” jelasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com