hut

Sri Mulyani : Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia

Editor: Mahadeva

MALANG – Menteri Keuangan republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, S.E.,M.S.,Ph.D, meminta, generasi muda khususnya mahasiswa untuk tidak hanya belajar teks book.

Mahasiswa harus juga belajar mengenai hidup. Serta membangun sikap integritas dan kompetensi. “Saat ini, ada tiga hal yang menjadi kekhawatiran saya menghadapi Indonesia ke depan. Kondisi global yang tidak pasti adalah satu hal, tapi dua hal lainnya ada di dalam diri kita sendiri yang bisa mengancam Indonesia untuk tidak berhasil, atau gagal maju yakni terkait integritas dan kompetensi,” ujar Sri Mulyani dalam orasi ilmiah bertajuk, Menyongsong Indonesia Maju: Akselerasi daya saing melalui inovasi dan penguatan kualitas SDM, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (10/10/2019).

Oleh karenanya, Sri Mulayani berharap, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, untuk jangan lupa belajar membangun sikap integritas dan kompetensi. Integritas ada pada setiap nilai-nilai kejujuran, sedangkan kopetensi adalah, kemampuan sesorang untuk terus maju menjadi manusia yang unggul.

Mahasiswa UMM mendengarkan paparan orasi ilmiah Menteri Keuangan republik Indonesia di UMM, Kamis (10/10/2019). Foto-Agus Nurchaliq

“Saya ingin mengatakan kepada kalian semua sebagai generasi muda, yang akan memegang estafet meneruskan perjalanan bangsa Indonesia ke depan, anda jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” tandas Sri Mulyani.

Lebih lanjut menurutnya, dalam upaya menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM), pemerintah tidak akan mungkin berhasil tanpa bekerjasama dengan para akademisi dan intelektual di Indonesia. Peran dari akademisi untuk menyiapkan generasi sangatlah luar biasa. Utamanya dalam upaya memberi pengetahuan maupun membangun karakter yang baik.

Peranan akademisi dan pemerintah, bisa berjalan bersama-sama dengan peranan swasta dan masyarakat. Inilah yang disebut triplehelix di dalam upaya meningkatkan kualitas SDM. “Oleh karena itu, kita akan menggunakan seluruh instrumen kebijakan untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Tentu itu akan berhasil apabila dunia perguruan tinggi ikut di dalam mengatasi masalah-masalah bangsa,” pungkasnya.

Lihat juga...