hut

Sulitnya Mencari Sinyal Telepon di Kecamatan Mapitara

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Kecamatan Mapitara, kabupaten Sikka, provinsi NTT merupakan sebuah wilayah kecamatan yang dihuni sekitar 5 ribu jiwa. Hingga kini  warga 4 desa yakni Egon Gahar, Hale, Hebing dan Natakoli masih kesulitan akses informasi.

Untuk menggunakan telepon seluler saja warga harus mencari lokasi sinyal di daerah ketinggian bahkan memanjat pohon hanya sekedar bisa menggunakan telepon seluler.

“Kalau terjadi bencana letusan gunung api Egon kami sangat kesulitan untuk memberi informasi keluar. Terpaksa harus mengendarai sepeda motor mencari tempat tinggi untuk bisa telepon,” ujar Heriyonpi Hero, tokoh pemuda Mapitara, Minggu (13/10/2019).

Heriyonpi Hero, tokoh pemuda kecamatan Mapitara kabupaten Sikka, NTT, di rumahnya, Minggu (13/10/2019) – Foto: Ebed de Rosary

Akses telepon ini sangat penting kata Heri, sebab saat bencana letusan gunung api berita tersebut harus segera disampaikan ke pemerintah. Dengan begitu bantuan dan evakuasi warga bisa segera dilakukan.

Sudah berulangkali warga kecamatan ini sebutnya, mengajukan kepada pemerintah untuk merealisasikan pembangunan BTS telepon seluler di wilayah kecamatan Mapitara.

“Katanya sudah ada bantuan pembangunan dua BTS atau menara telepon seluler di Mapitara. Kami harapkan agar bantuan dari Kominfo dan pemerintah pusat ini bisa segera direalisasi,” pintanya.

Salah seorang warga dusun Welin Watu, desa Egon Gahar, Ibu Once menuturkan, untuk bisa menelpon warga harus mendatangi salah satu bukit batu yang berada persis di belakang Poskesde Egon Gahar.

Setelah berada di tempat ini katanya, warga pun harus bergerak ke sana-ke mari sambil mengangkat telepon seluler agar bisa mendapatkan sinyal telepon. Terkadang lama menunggu baru ada tanda sinyal di layar telepon seluler.

“Saat ada di bukit batu pun kadang lama baru dapat sinyal dan bisa menelepon. Kalau cuaca buruk seperti kabut dan angin kencang sinyal sulit didapat,” ungkapnya.

Menurut Once, hampir setiap hari terlebih saat sore hari banyak warga yang berada di lokasi bukit batu ini hanya untuk bisa menelpon. Sinyal yang ditangkap telepon seluler pun terkadang lemah sehingga suara saat menelpon kadang terdengar kurang jelas.

Guru SDN Baokremot desa Egon Gahar ini pun menyebutkan, untuk menginput data Dapodik, operator dari sekolah harus pergi ke kota Maumere agar bisa menggunakan internet.

“Kalau ada sinyal telepon seluler maka kami tidak perlu keluarkan biaya ke kota Maumere untuk bisa internet. Kita berharap agar pemerintah segera membangun menara telepon seluler di daerah kami,” pungkasnya.

Lihat juga...