hut

Sumur Bor Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Dusun Sumampir Lampung Selatan

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Sumur bor, bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bagi warga Bakauheni, Lampung Selatan akhirnya bisa dimanfaatkan.

Rona, salah satu ibu rumah tangga di Dusun Sumampir menyebut, setelah pemasangan instalasi selesai dilakukan, saat ini sumur bor bisa difungsikan. Ada 40 Kepala Keluarga (KK) yang memanfaatkan sumur tersebut. Mereka sudah menunggu sekira tiga bulan, dari proses pengeboran hingga pemasangan instalasi.

Sebelumnya puluhan warga di Desa Bakauheni tersebut selama puluhan tahun kesulitan air bersih. Saat kemarau panjang, warga harus mencari air bersih hingga ke desa lain. Sementara warga yang memiliki uang lebih, memilih membeli air dengan harga Rp100.000 perseribu liter.

Beroperasinya sumur bantuan dari Kementerian ESDM Badan Geologi sangat membantu warga. Fasilitas sumur bor dilengkapi dengan bagian pipa bor, ruang mesin untuk tenaga listrik jenis submersible pump, ruang tandon air berkapasitas 5.000 liter. Fasilitas enam keran air ukuran kecil dan satu kran ukuran besar digunakan untuk mengalirkan air.

Sejak dua minggu terakhir, warga memanfaatkan air bersih untuk semua jenis keperluan sehari-hari. “Warga yang tinggal di sekitar sumur bor memilih membawa ember atau jeriken untuk mengambil air yang kemudian ditampung pada bak serta tandon air di rumah masing masing sesuai kebutuhan, sebagian memakai selang untuk dialirkan ke rumah,” ungkap Rona saat ditemui Cendana News, Sabtu (5/10/2019).

Di kemarau panjang ini, sumur gali milik warga sudah mongering, sehingga tidak bisa dimanfaatkan. Biaya untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, sebelum adanya sumur bor bisa mencapai ratusan ribu perpekan.  Pemakaian sumur bor dilakukan warga pada pagi hari dan sore hari. Prioritas awal diberikan untuk anak-anak yang akan sekolah pada pagi hari. Selanjutnya para ibu rumah tangga yang akan mencuci baju. Menjelang siang diberikan kepada warga yang akan membawa air dengan jeriken setelah aktivitas ibu rumah tangga selesai.

Jayami, salah satu warga menyebut, pada tahap awal satu tandon berisi 5.000 liter cukup membantu warga. Namun, seiring berjalannya waktu, warga yang memanfaatkan air bersih semakin banyak, sehingga harus mengantri.

Sahroni,kepala Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Sesuai hasil musyawarah, rencananya air dari tandon sumur bor akan disalurkan ke perumahan warga. Pengaturan distribusi air bersih akan dilakukan oleh pengurus, menggunakan sistem meterisasi seperti air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Meski bantuan yang diberikan gratis namun dalam jangka panjang biaya perawatan dan listrik bisa disokong oleh para pemakai,” ungkap Jayami.

Kepala Desa Bakauheni, Sahroni, menyebut, fasilitas sumur bor bantuan Kementerian ESDM harus dijaga dengan baik. Aparat dusun di lokasi sumur bor berharap pengelolaan fasilitas sumur bor harus dipikirkan untuk jangka panjang. Bantuan tersebut, menjadi stimulan bagi warga untuk bisa mengelola air dengan baik. Meski tahap awal disediakan sejumlah keran air, dengan gotong royong, bisa dibuatlam bak dan kamar mandi komunal.

Pengelolaan air bersih dengan sistem meteran, menjadi cara untuk menjaga fasilitas tersebut. Mekanisme iuran, sesuai dengan jumlah pemakaian harus disepakati dan dimusyawarahkan, sehingga uang yang dipakai bisa untuk biaya perawatan dan operasional listrik. Sumur bor dengan kedalaman 175 meter berdiameter delapan inchi, menjadi fasilitas yang bermanfaat bagi warga di desanya yang tidak terjangkau instalasi air bersih dari PDAM Tirta Jasa Cabang Bakauheni.

Lihat juga...