hut

Teknik Tradisional Petani Padi di Penengahan Mengusir Hama

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Teknik tradisional yang ramah lingkungan dalam pengendalian hama padi, ternyata masih dilakukan petani di Lampung Selatan (Lamsel).

Isdiyanto, petani di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, menyebut, di musim tanam gadu hama pada tanaman padi jumlahnya relatif minim. Hama yang masih menyerang diantaranya tikus, walang sangit dan burung pipit.

Populasi hama yang minim tersebut, masih mampu diatasi dengan teknik ramah lingkungan. Caranya, pada saat tanaman padi memasuki masa berbulir atau mratak, walang sangit diatasi dengan perangkap yang dibuat dengan sabut kelapa yang diberi bangkai keong mas kepiting atau ikan asin dan terasi.

Aroma menjadi penarik walang sangit untuk berkumpul di sabut kelapa. Setelah terkumpul, hama dibersihkan dengan semprotan cairan tembakau dan daun kelapa kering yang dibakar. “Sejak lama teknik alami ramah lingkungan diterapkan agar mengurangi penggunaan zat kimia,” tutur Isdiyanto kepada Cendana News, Rabu (9/10/2019).

Petani memanfaatkan sampah plastik sebagai alat pengusir hama burung – Foto Henk Widi

Untuk tikus, tidak ditangani dengan pestisida. Cara alami dilakukan dengan memanfaatkan belerang yang dibakar di lubang persembunyian dengan sabut kelapa. Tekhnik alami lainnya untuk mengurangi tikus dengan pengaturan irigasi yang baik. Hama pengerat batang dan bulir padi tersebut, bisa dikurangi dengan melakukan perendaman sawah. Pasokan air yang lancar menjadi kunci dari upaya tersebut. “Kuncinya dengan rutin mengatur pola pengairan pada lahan sawah agar tetap berair, dikeringkan saat padi mulai menguning,” ungkap Isdiyanto.

Sementara untuk mengusir burung, memanfaatkan barang bekas. Damin, petani lainnya, menggunakan bahan bekas seperti sampah plastic, kaleng bekas, baju bekas untuk membuat alat penghalau burung. Barang-barang tersebut dirangkai, menggunakan tali, kemudian dikaitkan dengan kaleng bekas yang diisi batu kerikil untuk menimbulkan bunyi sebagai pengusir burung pipit.

Burung menyerang karena penanaman tidak dilakukan serentak. Pasokan air yang dibagi, menjadikan ada jarak dua bulan antar petani. Saat padi di Desa Pasuruan sudah berbulir, di Desa Ruang Tengah sebagian masih menghijau.

Lihat juga...