hut

Tingkatkan Pendidikan Anak Pekerja Migran, KJRI Jeddah Gandeng UT

JAKARTA  – Konsulat Jenderal Indonesia untuk Jeddah melakukan kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) untuk meningkatkan layanan pendidikan tinggi bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi.

“Ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan layanan pendidikan tinggi bagi anak-anak PMI di Arab Saudi. Kami sudah bekerja sama dengan empat perguruan tinggi, dan saat ini kami kerja sama dengan UT untuk meningkatkan layanan pendidikan tinggi,” ujar Konjen RI di Jeddah, Hery Saripudin, di Jakarta, Sabtu.

Penandatanganan kerja sama antara KJRI Jeddah dan UT tersebut diselenggarakan pada Jumat. Hery menjelaskan jumlah siswa Indonesia dia Arab Saudi mencapai 1.200 siswa yang terdiri dari siswa Sekolah Indonesia Jeddah dan Sekolah Indonesia Madinah.

Meski demikian, Hery menambahkan sebagian besar status siswa tersebut ilegal, karena mereka lahir di Arab Saudi dan tidak mempunyai identitas kependudukan yang lengkap. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya memberikan layanan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia walaupun statusnya ilegal.

“Kami berupaya agar bisa memberikan layanan pendidikan tinggi bagi anak-anak lulusan sekolah tersebut,” katanya.

Dengan kerja sama tersebut, dia berharap semakin banyak anak PMI yang bisa mengakses pendidikan tinggi. Begitu juga dengan beasiswa Bidikmisi.

Selama ini, beasiswa Bidikmisi sulit diakses oleh anak-anak PMI, karena jika dirupiahkan gaji orang tua mereka lebih tinggi dibandingkan ambang batas gaji orang tua penerima beasiswa.

“Padahal tidak bisa disamakan, karena mereka tinggal di luar negeri, yang mana biaya hidupnya juga tinggi. Hal ini sudah kami bicarakan dengan Kemenristekdikti,” ujarnya.

Dengan akses layanan pendidikan tinggi bagi anak PMI tersebut, dia berharap dapat memutus mata rantai kemiskinan karena anaknya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dibandingkan orang tua mereka yang sebagian besar sebagai pekerja domestik dan sopir.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Terbuka, Dr Mohamad Yunus, mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama itu dan mengaku siap memberikan layanan pendidikan tinggi bagi anak-anak PMI di Arab Saudi.

“Jaringan kami di luar negeri, siap untuk memberikan layanan pendidikan tinggi dan juga ujian. Di sejumlah negara, telah banyak diterapkan,” kata Yunus. (Ant)

Lihat juga...