hut

TMMD Garap Pipanisasi di Enam Desa di Purbalingga

Editor: Koko Triarko

PURBALINGGA – Program pipanisasi menjadi fokus kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III di Kabupaten Purbalingga. Program ini sejalan dengan kondisi masyarakat sekarang yang sedang mengalami krisis air bersih. Rencananya, pipanisasi akan dilakukan di enam desa.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, yang hadir dan membuka TMMD Sengkuyung tahap III di LapanganDesa Tanjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, mengatakan, saat ini sebagian besar masyarakat Purbalingga sedang mengalami kesulitan air bersih. Sehingga, program TMMD yang akan mengangkat pipanisasi ini, akan sangat membantu masyarakat, terutama di desa-desa yang krisis air bersih.

“Kami dari Pemkab Purbalingga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kodim 0702/Purbalingga, yang sudah bersinergi dengan pemerintah daerah untuk TMMD, sehingga program yang dijalankan betul-betul sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yaitu ketersediaan air bersih,” kata Bupati, Rabu (2/10/2019).

Sementara itu, Dandim 0702/Purbalingga, Letkol Infantri Yudhi Nofrizal, usai menandatangani naskah program TMMD, menjelaskan, kegiatan TMMD dimulai hari ini, Rabu (2/10) dan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2019.

Sasaran fisik proyek TMMD berupa pembangunan bak penangkap air, pembangunan bak pembagi, pemasangan pipa jarak 1.200 meter dengan diameter pipa 6 inchi dan pemasangan pipa jarak 1.500 meter dengan diameter pipa 4 inchi.

“Jadi tidak hanya pipanisasi saja, tetapi juga dibangun bak penangkap atau bak penampungan air serta bak pembagi air, sehingga ketersediaan air bersih bisa berlangsung sepanjang waktu. Dan dari bak ini, baru disalurkan melalui pipanisasi ke enam desa,” terangnya.

Dandim berharap, kegiatan TMMD kali ini, akan bermanfaat untuk meningkatkan semangat gotong royong antara masyarakat dengan TNI, terjadinya komunikasi antara TNI dengan masyarakat, membantu pemda dalam membangun desa terpencil, penyediaan air bersih, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat setempat dan mengembangkan sanitasi lingkungan.

Sementara itu, perwira pelaksana proyek, Letda Suriyono, dalam laporannya mengatakan, selain program fisik, TMMD juga menyasar program nonfisik. Untuk program nonfisik akan dilakukan penyuluhan bidang mental ideologi, bidang kesadaran berbangsa dan bernegara, kamtibmas, kesejahteraan rakyat dan bidang pertanian.

Selama TMMD berlangsung, setiap harinya akan ada 40 personel Kodim 0702/Purbalingga yang bekerja bersama masyarakat sekitar.

Untuk sumber dana kegiatan kali ini, dibiayai oleh APBD I Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp265.000.000, dan APBD II Kabupaten Purbalingga sebesar Rp570.000.000, sehingga total anggaran senilai Rp835.000.000.

Lihat juga...