hut

Usai Pesta Laut Pemana, Mahasiswa Unipa Punguti Sampah di Pantai

MAUMERE – Mahasiswa Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere mendukung penyelenggaraan Pesta Laut Pemana dengan memunguti sampah yang ada di lokasi acara. Pesta laut Pemana, adalah acara tahunan dari masyarakat Pulau Pemana, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, NTT.

Yohanes Don Bosco R.Minggo, dosen fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere.Foto : Ebed de Rosary

Pesta Laut Pemana dihadiri ribuan masyarakat Pemana, yang mayoritas berprofesi sebagai nelaya. Usai acara, sampah plastik terlihat berserakan di Pulau Anano atau Pulau Kambing yang menjadi tempat acara. “Kami melibatkan mahasiswa program studi komunikasi dan ilmu kelautan dan perikanan dalam acara ini,” kata Yohanes Don Bosco R.Minggo, Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Rabu (16/10/2019).

Ada sekira 20 orang mahasiswa yang dilibatkan dalam acara tersebut. Hal itu dilakuka, karena rasa prihatin dengan banyaknya sampah plastik terutama botol air mineral yang dibuang sembarangan di sepanjang pasir pantai. Keberadaanya, rawan terbawa arus ke tengah laut.

Jumlah sampah plastik yang terkumpul mencapai lima karung plastik ukuran 50 kilogram. Dengan kondisi tersebut diharapkan, setiap selesai kegiatan yang melibatkan banyak orang, sebaiknya panitia menyiapkan petugas untuk mengumpulkan sampah. “Kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat. Juga kepada mahasiswa sendiri, untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan terutama sampah plastik ke laut,” tandasnya.

Nurhayati, warga Desa Pemana mengakui, setiap ada acara di pantai pasti banyak sampah plastik yang dibuang sembarangan. Pulau Kambing merupakan pulau berpasir putih dengan pemandangan sangat bagus untuk dijadikan tempat wisata. Dengan demikian, keberadaanya harus terus dijaga. “Masyarakat kita belum memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Saya lihat ada mahasiswa yang memungut sampah dan ini bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakat,” tandasnya.

Nurhayati menyebut, di Pulau Pemana sampah masih diletakan sembarangan, sehingga terkadang menjadi makanan kambing yang berkeliaran di pemukiman warga.

Lihat juga...