hut

Wali Kota Palu: Manfaatkan Lahan Tidur untuk Bercocok Tanam

PALU – Wali Kota Palu, Hidayat, mengimbau warga untuk memanfaatkan lahan tidur untuk bercocok tanam karena ke depan Palu bisa menopang kebutuhan ibu kota baru Indonesia di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kaltim.

“Kalau ada lahan kosong manfaatkan karena penduduk di Kota Palu dipastikan akan mendapat banyak keuntungan dari penetapan ibu kota Indonesia baru itu,” katanya dalam diskusi bertajuk Libu Ntodea yang diadakan Pemerintah Kota Palu di Kelurahan Mpanau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Minggu.

Hidayat menyebut keuntungan nyata yang akan diperoleh penduduk di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu yaitu menjadi penyangga kebutuhan pokok bagi penduduk di sana.

“Tanam apa saja, misal tanam pohon buah alpukat, mangga, markisa, nangka dan lain-lain. Kalau ada lahan-lahan yang kosong manfaatkan. Kami siapkan semua yang dibutuhkan seperti traktor, bibit pohon dan sebagainya,” katanya.

Dalam diskusi dengan topik “Kepemimpinan Strategis, Peluang dan Tantangan” itu, Hidayat tidak ingin peluang berharga itu dilewatkan oleh masyarakat dan pemerintah daerah, apalagi secara geografis, wilayah Kota Palu berhadapan langsung dengan ibu kota Indonesia baru di Kaltim tersebut.

“Kalau anda tidak punya lahan, cari teman yang punya lahan kosong yang tidak dia manfaatkan. Pakai bercocok tanam. Kalau anda tanam hari ini, Insya Allah beberapa tahun lagi akan berbuah dan siap dipanen,” ucapnya.

Di hadapan warga, tokoh masyarakat, camat dan lurah, ia menyatakan Kecamatan Palu Tawaeli dan Palu Utara akan menjadi sentra agrobisnis atau sentra usaha pertanian.

Ia menilai, lahan kosong di dua kecamatan di Kota Palu itu sangat banyak sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan usaha agrobisnis.

“Cuma saya heran, belum ada masyarakat yang memanfaatkan itu, padahal semua kami sudah siapkan. Ada bibit pohon, traktor dan sebagainya. Tinggal minta kami kasih,” katanya. (Ant)

Lihat juga...