hut

13 Calon Hakim Agung Lolos ke Tahap Wawancara Terbuka

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Komisi Yudisial (KY) mengumumkan 13 orang calon hakim agung (CHA) yang berhasil lolos di tahap ke IV, wawancara terbuka setelah lolos dari tahap III, seleksi kesehatan dan kepribadian.

Ke-13 CHA tersebut akan mengikuti seleksi wawancara pada Selasa-Kamis, 12-14 November 2019 di Gedung KY, Jakarta.

“Dalam wawancara ini CHA akan digali lebih mendalam mengenai visi, misi, dan komitmen, Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), filsafat hukum dan teori hukum, wawasan pengetahuan peradilan dan perkembangan hukum, serta penguasaan hukum materiil dan formil,” kata Aidul Fitriciada Azhari Ketua Bidang Rekrutmen Hakim di Gedung KY, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Aidul menyebutkan dari 13 calon hakim agung tersebut ada yang berasal dari jalur karier sebanyak 12 orang dan jalur nonkarier sebanyak 1 orang. Sedangkan berdasarkan jenis kamar yang dipilih, lanjut Aidul, 2 orang dari kamar Agama, 4 orang dari kamar Perdata, 2 orang dari kamar Pidana, 3 orang dari kamar Militer, dan 2 orang dari kamar Tata Usaha Negara khusus pajak.

“Sementara berdasarkan kategori jenis kelamin, sebanyak 11 orang calon merupakan laki-laki, dan hanya 2 orang perempuan. Dan di lihat dari profesi calon hakim agung,10 orang berprofesi hakim, 1 orang berprofesi akademisi, dan 2 orang berprofesi hakim pajak,” ujarnya.

Aidul menambahkan, dari kategori pendidikan, sebanyak 7 orang bergelar doktor dan 6 orang lainnya bergelar magister. Seleksi CHA ini, sebut Aidul untuk mengisi 11 orang hakim agung dengan rincian: 3 orang untuk kamar Pidana, 1 orang untuk kamar Agama, 2 orang untuk kamar Militer, 4 orang untuk kamar Perdata, dan 1 orang untuk kamar Tata Usaha Negara khusus pajak.

“Selain seleksi CHA, Komisi Yudisial juga mengumumkan kelulusan tahap III terhadap 4 orang calon hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi di Mahkamah Agung (MA) dan 4 orang calon hakim ad hoc Hubungan Industrial di MA dari unsur Apindo dan SP/SB,” ungkapnya.

Menurut Aidul, calon yang lulus tersebut berhak mengikuti seleksi wawancara pada Jumat, 15 November 2019 untuk calon hakim ad hoc Tipikor di MA dan Senin, 18 November 2019 untuk calon hakim ad hoc Hubungan Industrial di MA.

“Adapun rincian berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 4 orang calon hakim ad hoc Hubungan Industrial di MA merupakan laki-laki, 3 orang calon hakim ad hoc Tipikor di MA merupakan laki-laki dan 1 orang perempuan calon hakim ad hoc Tipikor di MA,” jelasnya.

Berdasarkan kategori pendidikan, ungkapnya, sebanyak 3 orang bergelar doktor dan 1 orang lainnya bergelar magister untuk calon hakim ad hocTipikor di MA. Sementara latar belakang pendidikan calon hakim ad hoc Hubungan Industrial di MA bergelar doktor sebanyak 1 orang dan bergelar magister sebanyak 3 orang.

“Kebutuhan untuk hakim ad hoc pada MA berjumlah sembilan orang dengan rincian: tiga hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi pada MA dan enam hakim ad hoc Hubungan Industrial di MA. Untuk hakim ad hoc Hubungan Industrial pada MA berasal dari unsur Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sebanyak tiga orang dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh berjumlah tiga orang,” sebutnya.

Lihat juga...