hut

20 Tahun KWTN Kembang Baru Eksis Berdayakan IRT di Wuring Alok Barat

Editor: Mahadeva

Produk minyak goreng dari bahan kelapa dan abon ikan tuna produksi Kelompok Wanita Tani dan Nelayan (KWTN) Kembang Baru kelurahan Wuring kecamatan Alok Barat kabupaten Sikka,NTT yang dijual saat festifal seni budaya Sikka,Sabtu (16/11/2019).Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE – Sejak terbentuk pada 11 Mei 1999, Kelompok Wanita Tani dan Nelayan (KWTN ) Kembang Baru, yang ada di Nangahure Bukit Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, hingga kini tetap eksis memberdayakan Ibu Rumah Tangga (IRT) di daerahnya.

Mereka mengolah berbagai potensi local, hingga menjadi produk bernilai jual, yang mampu memberikan pendapatan tambahan bagi anggotanya. Kelompok yang pernah meraih jara dua lomba pengolahan hasil laut tingkat nasional di 2010 tersebut, hingga kini masih tetap eksis memproduksi minyak kelapa dan abon ikan tuna. Keduanya menjadi produk andalan.

Agnes Wangi, Ketua Kelompok Wanita Tani dan Nelayan (KWTN) Kembang Baru kelurahan Wuring kecamatan Alok Barat kabupaten Sikka,NTT saat ditemui Sabtu (16/11/2019) di halaman kantor bupati Sikka.Foto : Ebed de Rosary

“Kami masih tetap produksi minyak kelapa dan abon ikan tuna. Saat lomba tingkat nasional, produksi abon ikan tuna kami meraih juara dua karena tidak memiliki label dari balai BPOM RI,” tuturnya, Sabtu (16/11/2019).

KWTN Kembang Baru disebut wanita yang akrab disapa Mama Mira tersebut, hanya megantongi izin produksi rumah tangga dari dinas kesehatan, dan label hala dari MUI saja. Namun kini telah memiliki izin-izin tersebut. “Sampai sekarang pun kami masih tetap produksi abon ikan tuna dan dikirim ke luar daerah juga seperti ke pulau Jawa. Awalnya kami mengolah abon ikan tuna saja, tapi kini banyak produk kami jual,” ungkapnya.

Mama Mira menyebut, kelompoknya berkembang cukup pesat. Kini telah memiliki mesin untuk mengolah abon ikan. Termasuk mesin untuk pengemasan produk berukruan 50 gram hingga 250 gram. “Kami rutin kirim produk abon ikan tuna kami ke Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Kupang. Dalam setahun, kami bisa kirim ratusan kilogram abon ikan tuna, sesuai dengan permintaan pasar,” ungkapnya.

Kelompoknya tersebut mengirim produk yang sudah dikemas, dan bukan bahan mentah. “Produk kami kirim dalam bentuk kemasan, agar pasar mengetahui produk abon ikan tuna tersebut produksi kelompok kami. Soal bahan baku, stok ikan tuna di Sikka sangat mencukupi dan harganya terjangkau,” ungkapnya.

Setelah mulai memproduksi berbagai produk, 31 anggota kelompok mulai mendapatkan manfaat. Mereka mulai mendapatkan penghasilan dari penjualan yang terus meningkat. Hendika Hengar, anggota KWTN Kembang Baru mengaku terbantu dengan ikut menjadi anggota. Dan kini bisa mendapatkan tambahan penghasilan yang nilainya mencukupi kebutuhan keluarga. “Produk yang dihasilkan kelompok kami terutama abon ikan tuna sudah terkenal hingga ke luar daerah. Kami beryukur juga selalu mendapatkan pelatihan dan bantuan peralatan dari pemerintah,” ungkapnya.

Heni berharap kelompok Kembang Baru tetap eksis, dan bisa menghasilkan produk yang bernilai jual tinggi. Dengan begitu akan terus memberikan pendapatan tambahan hingga jutaan rupiah setiap tahunnya. Bukan saja kepada anggota, tetapi kepada petani dan nelayan yang hasil produksinya dibeli kelompok untuk diolah.

“Ibu-ibu rumah tangga pun bisa mendapatkan manfaat dengan bergabung di kelompok ini.Selama 20 tahun berdiri tentu merupakan sebuah prestasi tersendiri dan membuat kelompok ini terus berbenah dan meraih berbagai penghargaan,” pungkasnya.

Lihat juga...