hut

Aduan Pemadaman Listrik Paling Banyak Diterima NTB Care

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

MATARAM — Selama November 2019, aduan masalah pemadaman listrik secara begiliran oleh PLN Wilayah NTB paling masuk ke aplikasi NTB Care yang disediakan Pemprov NTB untuk menampung aspirasi masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, (Diskominfotik), l Gede Putu Aryadi di temua di kantornya, Kamis (21/11/2019). Foto: Ist

“Kalau melihat aduan masyarakat yang masuk melalui aplikasi NTB Care, masalah pemadaman listrik paling mendominasi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, (Diskominfotik), l Gede Putu Aryadi di Mataram, Kamis (21/11/2019).

Dikatakan, dalam dua minggu terakhir, pemadaman listrik secara bergiliran memang kerap terjadi di sejumlah wilayah Pulau Lombok.

Atas berbagai aduan tersebut, ia meminta kepada pihak manajemen PLN untuk segera mengatasi pemadaman listrik bergilir tersebut, sehingga tidak lagi mengganggu aktifitas rumah tangga maupun kegiatan ekonomi masyarakat.

“PLN Wilyah NTB harus cepat merespon keluhan dan pengaduan masyarakat, mengingat industrialiasi, UMKM dan pariwisata memegang peran penting pengguna pasokan listrik terbanyak. Apalagi aktivitas usaha di sektor ini sedang menggeliat dan bangkit, sehingga listrik sangat dibutuhkan untuk operasional dan mendukung berkembangnya usaha mereka,” katanya.

Disamping itu ketersediaan pasokan listrik di wilayah NTB kedepan dapat mendukung event besar seperti Motor GP di Mandalika maupun mendukung dan memperlancar program unggulan NTB Gemilang.

Senior Manager Pembangkitan PLN Unit Induk Wilayah NTB, Edyson Rajagukguk sebelumnya menjelaskan kondisi kelistrikan di NTB, terutama Pulau Lombok masih kekurangan daya untuk dipasok kepada konsumen. Upaya untuk menghentikan pemadaman listrik terus dilakukan oleh PT. PLN Wilayah NTB.

Dijelaskan dua pembangkit di PLTU Jeranjang sudah mulai bisa dioperasikan secara bertahap, setelah sebelumnya dilakukan pemeliharaan. Dalam minggu ini ada proses penambahan daya secara bertahap. PLTU unit dua sudah beroperasi dengan 10 Mega Watt (MW), secara bertahap akan meningkat menjadi 25 MW pada batas maksimalnya.

Kekuatan daya juga akan didukung oleh Listrik tenaga gas, PLTG Lombok Peaker di Ampenan sebesar 50 MW, sehingga kebutuhan penambahan menjadi 60 MW. Kedepan untuk mendukung program Pemda di NTB dan mendukung program lainnya, PT.PLN sedang mempersiapkan penambahan kapasitas PLTU di Sambelia Lotim dengan kekuatan 2X25 MW.

Lihat juga...