hut

Agar Terkelola Profesional Koperasi Didorong Kantongi ISO

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Ketua Yayasan Damandiri, Subiyakto Tjakrawerdaya, mentargetkan, seluruh koperasi binaan Yayasan Damandir, yang ada di setiap Desa Cerdas Mandiri Lestari, bisa memenuhi standar internasional atau ISO dalam waktu dekat. 

ISO dinilai penting, untuk memastikan pengelolaan atau managemen koperasi berjalan secara profesional. Mengingat koperasi diharapkan akan menjadi pilar atau soko guru pembangunan, sekaligus penggerak berbagai kegiatan di setiap Desa Cerdas Mandiri Lestari.

Ketua Yayasan Damandiri Subiyakto Tjakrawerdaya, dalam lokakarya Desa Cerdas mandiri Lestari di Yogyakarta, Sabtu (16/11/2019) – Foto Jatmika H Kusmargana

“Koperasi harus menjadi pilar, soko guru. Sehingga managemen-nya juga harus profesional. Koperasi harus punya ISO. Dilengkapi dengan digitalisasi. Dengan begitu koperasi akan menjadi ruh desa. Menjadi penggerak desa. Inilah yang selama ini dicica-citakan Bung Hatta, pendiri bangsa kita,” ujar Ketua Yayasan Damandiri Subiyakto Tjakrawerdaya, di sela kegiatan Lokakarya dan Rapat Kerja Perencanaan Serta Anggaran Koperasi Desa Cerdas Mandiri Lestari dan Yayasan Damandiri, di Yogyakarta, Sabtu (16/11/2019).

Menurutnya, upaya untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia bisa dilakukan melalui koperasi yang berasaskan kekeluargaan. Yakni Koperasi yang memiliki prinsip atau filosofi untuk saling menghidupi, saling gotong royong dan saling bergantung.  “Di Eropa dan negara-negara barat, koperasi memiliki asas individualisme. Tapi oleh Bung Hatta, koperasi dibawa ke Indonesia dengan menggunakan asas kekeluargaan. Dimana menjadi anggota koperasi itu wajib. Bukan sukarela,” katanya.

Dengan membayar iuran wajib, seseorang bisa dikatakan sudah turut serta membantu orang lain. Karena simpanan yang dibayarkan setiap anggota akan diputar dan dikelola koperasi untuk dimanfaatkan bagi masyarakat disekitarnya yang kurang mampu. Dengan begitu, seluruh anggota atau masyarakat akan bisa sejahtera bersama-sama.  “Ini sangat mendasar dan fundamental. Mungkin satu-satunya, hanya ada di Indonesia, dan bahkan mungkin di dunia. Yakni koperasi yang berlandaskan kekeluargaan,” ungkapnya.

Prinsip atau falsafah saling memberi yang ada pada koperasi, dikatakan Subiyakto berasal dari Tuhan. Manusia lahir dan hidup awalnya karena diberi hak oleh Tuhan. Sehingga manusia juga harus memberi. Pada prinsipnya, hak itu ada karena saling memberi. Tanpa saling memberi maka tidak akan ada hak.

“Kita punya hak karena diberi. Pertama-tama oleh Tuhan. Karena kita percaya Tuhan sebagaimana tertuang dalam Pancasila. Sehingga kita juga harus memberi. Maka dari itu, semua kehidupan yang berlandaskan Pancasila harus saling memberi. Karena menurut pandangan Pancasila, kita punya hak karena diberi. Sehingga kita harus memberi agar orang lain punya hak. Hak ada karena saling memberi. Tanpa saling memberi tidak akan ada hak,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com