hut

Anak Penderita Gizi Buruk di Sikka Diharapkan Dirawat di Panti Sosial

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Kondisi gizi buruk yang menyebabkan kelumpuhan yang dialami Alfaris Yosin (12) yang biasa disapa Aris dan Rivaldus Rival (10) yang disapa Rival menarik perhatian masyarakat.

Selama ini, kondisi kedua anak ini pun seolah luput dari perhatian pemerintah desa Namangkewa dan juga petugas Puskesmas Kewapante bertahun-tahun hingga diberitakan media dan akhirnya mendapatkan perawatan medis.

“Kondisi keduanya sudah bertahun-tahun hanya terbaring lemas di atas tempat tidur akibat sakit yang diderita keduanya. Mungkin akibat dari kekurangan gizi,” kata Elisabet Ensi, bibinya yang merawat keduanya, Senin (4/11/2019).

Elisabet Ensi, warga desa Namangkewa kecamatan Kewapante kabupaten Sikka, NTT yang merawat kedua anak yang mengalami gizi buruk saat berada di rumah sakit TC Hillers Maumere, Senin (4/11/2019). Foto: Ebed de Rosary

Elisabet mengatakan, Aris dan Rival adalah anak dari kakak kandungnya Aloysius. Saat Aloysius ditinggal pergi sang istri, dirinya memilih untuk mengambil kedua anak ini dan merawat mereka di rumahnya.

Dia mengeluh soal tidak memiliki pekerjaan sehingga kesulitan dalam membiayai hidup anak-anaknya dan kedua anak kakak kandungnya tersebut.

Apalagi katanya, tiga orang anaknya pun masih sekolah sehingga dirinya pun bingung membiayai kehidupan keluarga dengan hanya mengandalkan pendapatan suaminya yang hanya penjual ikan di kampung.

“Saya juga sering sakit di bagian belakang badan saya. Saya bingung kalau kedua anak dari kakak saya ini dirawat di rumah sakit maka siapa yang merawat anak saya di rumah,” ungkapnya.

Elisabet memohon agar kalau bisa kedua anak yang mengalami lumpuh akibat gizi buruk ini dimasukkan ke dalam panti sosial saja biar bisa dirawat lebih baik baik soal makanan maupun kesehatan mereka.

Selain sejak lama sudah mengalami sakit di bagian punggung serta sakit lambung di rumahnya, dirinya juga memelihara ayam, babi dan juga menenun untuk menambah penghasilan.

“Saya kalau lama di rumah sakit menjaga kedua anak ini, nanti bagaimana keadaan rumah saya. Takutnya hewan peliharaan saya dicuri orang,” ungkapnya.

Di rumah saja tambah Elisabet, dirinya hanya memiliki waktu sebentar saja, mengurus rumah dan hewan peliharaan karena waktunya lebih banyak merawat kedua anak ini.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengatakan, dirinya sudah meminta agar para camat, lurah dan kepala desa turun ke rumah-rumah untuk melakukan pendataan dan mengecek kondisi masyarakat.

Robi sapaanya menambahkan, dia juga meminta kepala-kepala puskesmas, agar segera melakukan penanganan yang lebih serius terkait dengan berbagai persoalan penyakit yang dihadapi masyarakat.

“Perhatian kepada orang sakit dan cacat termasuk orang tua yang ditelantarkan keluarganya ke depannya akan selalu menjadi perhatian pemerintah kabupaten Sikka,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com